LINKARFAKTA.COM — Sejak Selasa (1/9/2026) pukul 14.00 WIB, produk BBM nonsubsidi Pertamina resmi dihargai baru. Ketiga produk yang terdampak adalah Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite (CN 51), dan Pertamina Dex (CN 53). Penyesuaian ini mengikuti mekanisme harga pasar yang berubah setiap bulan, baik karena pergerakan minyak dunia maupun nilai tukar rupiah.
Kenaikan kali ini tidak menyentuh BBM bersubsidi maupun jenis penugasan seperti Pertalite dan Solar. Namun bagi pengguna kendaraan niaga, bus, truk, serta mobil pribadi berperforma tinggi, dampaknya langsung terasa pada biaya operasional.
Dampak pada Transportasi Umum dan Logistik
Angkutan umum seperti bus antar kota dan truk logistik banyak bergantung pada solar nonsubsidi. Dengan naiknya harga Dexlite dan Pertamina Dex, biaya per kilometer otomatis bertambah. Para pengusaha angkutan biasanya merespons dengan menyesuaikan tarif, meski pemerintah belum mengumumkan langkah khusus.
Sementara itu, pemilik kendaraan bensin yang memilih Pertamax Turbo harus menghitung ulang anggaran bulanan. Perbedaan harga dengan Pertalite bisa cukup signifikan, sehingga beberapa pengguna mungkin beralih ke opsi yang lebih ekonomis.
Nominal kenaikan tidak diumumkan secara rinci oleh Pertamina dalam rilis resmi yang beredar. Konsumen dapat langsung melihat papan harga di SPBU terdekat atau membuka aplikasi MyPertamina untuk informasi per titik lokasi.
Mengapa Harga BBM Nonsubsidi Fluktuatif?
Produk nonsubsidi tidak menerima subsidi dari APBN. Harganya ditentukan oleh biaya perolehan, margin, dan pajak, sehingga fluktuasi harga minyak mentah serta kurs dolar langsung berpengaruh. Pertamina biasanya memperbarui harga setiap awal bulan, namun perubahan di tengah bulan juga bisa terjadi jika gejolak harga global ekstrem.
Mekanisme ini berbeda dengan BBM subsidi yang harganya dijaga oleh pemerintah. Karena itu, kenaikan seperti ini bukan kejutan besar bagi pelaku industri, tetapi tetap memberatkan bagi konsumen akhir.
Cara Cek Harga Terbaru di SPBU
Untuk memastikan harga yang berlaku sebelum mengisi tangki, ada tiga langkah mudah:
- Datang ke SPBU Pertamina terdekat dan cek papan harga resmi.
- Buka aplikasi MyPertamina, pilih menu "Harga" untuk melihat tarif per wilayah.
- Hubungi call center 135 jika ada perbedaan dengan pengumuman resmi.
Informasi lebih lanjut juga tersedia di situs resmi mypertamina.id dan akun media sosial Pertamina. Masyarakat diimbau tidak mudah percaya pada pemberitaan harga yang tidak memiliki sumber terpercaya.
Strategi Menghemat BBM Saat Harga Naik
Menghadapi kenaikan, perawatan kendaraan menjadi kunci. Tekanan angin ban yang sesuai rekomendasi pabrikan bisa menurunkan konsumsi bahan bakar hingga 3 persen. Rutin mengganti filter udara dan busi juga menjaga pembakaran tetap efisien.
Bagi pengguna kendaraan diesel, memilih Dexlite atau Pertamina Dex dengan cetane number tinggi membantu pembakaran lebih sempurna. Meski harga per liternya lebih tinggi daripada solar subsidi, jarak tempuh per liter cenderung lebih baik apabila mesin dalam kondisi prima.
Tidak ada kompensasi resmi dari pemerintah untuk kenaikan BBM nonsubsidi. Perencanaan anggaran transportasi yang realistis adalah cara paling bijak.
Apabila konsumen melihat harga yang tidak wajar atau mengalami kesulitan mendapatkan informasi, mereka dapat melapor ke Pertamina melalui kanal 135 atau menghubungi Unit Pemasaran Regional setempat. Jangan ragu memverifikasi ke petugas SPBU sebelum membeli.