LINKARFAKTA.COM — Katie Boulter tidak akan meniru cara Andy Murray menjaga cincin kawinnya. Petenis peringkat 60 dunia itu justru memilih untuk tidak memakai cincin kawin sama sekali selama berlaga di turnamen.
"Saya belajar dari Andy. Saya tidak akan melakukan itu. Saya tidak memakainya, tidak selama pertandingan," ujar Boulter kepada BBC Radio 5 Live.
Kisah Cincin Murray yang Sempat Hilang
Murray, yang menikahi Kim pada 2015, pernah kehilangan cincin kawinnya setelah mengikatkannya ke tali sepatu saat latihan di California pada 2021. Sepatu itu ia tinggalkan di bawah mobil untuk dikeringkan dan baru disadari hilang keesokan harinya. Beruntung, cincin tersebut akhirnya kembali setelah Murray mengumumkan kehilangannya ke publik.
Dua Kali Pesta Pernikahan, Satu Momen Tak Terlupakan
Boulter dan De Minaur menggelar dua kali perayaan pernikahan tahun ini. Upacara kecil digelar di Inggris dengan hanya delapan tamu, khusus untuk sang kakek. Perayaan besar menyusul di Tuscany, Italia, pada Juli lalu bersama keluarga dan sahabat terdekat.
"Satu digelar di Inggris untuk orang-orang terdekat saya. Sangat kecil, khusus untuk kakek saya," kata Boulter. "Sangat kontras dengan pernikahan di Italia yang lebih meriah dan penuh kesenangan."
Meski pernikahan berjalan lancar, Boulter sempat khawatir dengan pidato pernikahan De Minaur. Suaminya itu mengaku tidak melakukan persiapan sama sekali.
"Dia bilang, 'Saya akan mengandalkan improvisasi. Tidak masalah. Seberapa sulit sih?'," kenang Boulter. "Ternyata dia luar biasa. Saya menangis sepanjang pidato. Saya rasa saya menangis terus selama tiga jam selama semua pidato berlangsung."
Langsung Nyemplung ke Kondisi Lapangan Amerika
Setelah menikah, Boulter langsung kembali ke sirkuit tenis tanpa banyak istirahat. Ia memilih beradaptasi langsung dengan kondisi lapangan di Amerika Serikat yang dinilainya jauh berbeda dengan Inggris.
"Saya memilih langsung kembali ke kondisi di sini, langsung terjun dan melihat hasilnya," ujar Boulter yang menelan kekalahan di babak pertama Washington dan Toronto, serta babak kedua Cincinnati.
Empat Petenis Inggris Lolos Kualifikasi US Open
Boulter akan menghadapi Carol Young Suh Lee, wildcard asal Amerika yang menempati peringkat 143 dunia, di babak pertama. Ia menjadi salah satu dari lima wakil Inggris di babak utama, bersama Arthur Fery, Cameron Norrie, dan Jan Choinski.
Empat petenis Inggris lainnya lolos lewat babak kualifikasi, sebuah pencapaian yang terakhir kali terjadi di Grand Slam luar negeri pada Australian Open 1988. Fran Jones, Harriet Dart, Harry Wendelken, dan Toby Samuel memastikan tempat di babak utama setelah melewati tiga putaran kualifikasi.
Wendelken tampil impresif dengan comeback dramatis mengalahkan Vilius Gaubas asal Lituania 6-7 (3-7) 7-6 (7-5) 7-6 (10-5) untuk penampilan perdana di babak utama Grand Slam luar negeri. Sementara Jones lolos untuk tahun kedua beruntun setelah menang mudah atas Joanna Garland dari Taiwan 6-4 6-1.
Namun, Heather Watson dan Jacob Fearnley harus mengubur mimpi tampil di Flushing Meadows. Watson kalah dari rekan senegaranya, Dart, dengan skor 2-6 6-4 6-1 setelah sebelumnya unggul satu set dan satu break. Fearnley menyerah 4-6 6-4 6-4 dari Jurij Rodionov asal Austria dalam laga yang sempat tertunda hujan.