BONE — Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko bersama Ketua Persit KCK Daerah XIV/Hasanuddin Ny. Renny Bangun Nawoko melaksanakan kunjungan kerja di Mako Batalyon Armed 21/Kawali, Jl. Poros Leppangeng, Watampone, Kec. Bengo, Kab. Bone, Kamis (20/8/2026). Kedatangan orang nomor satu di Kodam XIV/Hasanuddin itu disambut langsung oleh Komandan Batalyon (Danyon) Armed 21/Kawali Letkol Arm Rianto Hartomo, S.Sos., M.I.P., beserta seluruh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang LIV Yon Armed 21.
Latihan Menentukan Keselamatan Satuan
Di hadapan para prajurit, Pangdam menegaskan bahwa satuan kecabangan teknis seperti Armed memiliki konsekuensi besar jika mengabaikan latihan. Menurutnya, kemampuan yang tidak terasah justru akan membahayakan lingkungan dan pasukannya sendiri saat bertugas.
"Tidak melaksanakan latihan tidak bisa mendukung tugas pokok, justru akan membahayakan bagi lingkungan dan pasukannya. Makanya, kecabangan teknis kalian seharusnya mempunyai hasrat untuk berlatih. Jadikan latihan sebagai kebutuhan, bukan beban," ujarnya.
Pangdam juga mengingatkan bahwa seluruh prajurit harus mampu menjadi teladan dan motivator, baik di lingkungan satuan maupun masyarakat. Prinsip yang ia pegang selama bertugas adalah setiap individu merupakan orang penting dalam organisasi.
"Dimanapun saya bertugas, saya selalu berprinsip bahwa setiap individu adalah orang penting. Tidak ada lagi kata-kata yang merendahkan harkat dan martabat orang lain, tetapi berilah sebutan-sebutan yang terbaik," pesannya.
Proses Panjang di Balik Setiap Prestasi
Dalam pengarahannya, Pangdam menggarisbawahi bahwa pencapaian tidak pernah hadir secara instan. Ia menyebut proses panjang yang diwarnai kerja keras, keringat, dan pengorbanan menjadi fondasi utama keberhasilan sebuah satuan.
"Setiap pencapaian adalah buah dari rasa sakit, peluh dan air mata. Setiap prestasi adalah hasil dari kerja kolaborasi, hingga kita bisa menikmati rasa syukur dari setiap kisah," tegasnya.
Program Kreatif untuk Perubahan Satuan
Pangdam juga mendorong Yon Armed 21/Kawali untuk memiliki program-program kreatif di luar program Angkatan Darat yang mampu membawa perubahan positif. Program tersebut dinilai penting untuk terus meningkatkan kualitas satuan ke arah yang lebih baik.
"Saya berharap kalian punya program. Intinya, program itu harus bisa merubah satuan dari yang kurang baik menjadi lebih baik," pungkasnya.