Pencarian

5 Merek Kuliner Indonesia yang Diserukan Boikot di Malaysia

Selasa, 06 Oktober 2026 • 14:20:31 WIB
5 Merek Kuliner Indonesia yang Diserukan Boikot di Malaysia
Seruan boikot terhadap sejumlah merek kuliner Indonesia beredar di media sosial Malaysia tanpa larangan resmi pemerintah.

LINKARFAKTA.COM — Perseteruan warganet Indonesia dan Malaysia kembali memanas dan merembet ke urusan produk kuliner. Sebuah unggahan di Threads menyerukan boikot terhadap sejumlah merek makanan dan minuman Indonesia yang beroperasi di Negeri Jiran. Seruan itu menyebar cepat, meski belum ada larangan resmi dari pemerintah Malaysia.

Ajakan boikot muncul di tengah memanasnya percakapan warganet kedua negara, dari persaingan di media sosial hingga sepak bola. Pemicunya disebut klaim konten dari pihak Indonesia yang dianggap menghina Raja Malaysia, meski klaim itu belum terverifikasi secara independen. Daftar yang beredar pun bukan cuma makanan kemasan, tapi juga jaringan kopi, gerai minuman, dessert, dan restoran.

1. Indomie vs Mamee Chef

Indomie, merek mie instan dari Indofood, sudah lama dikenal di Malaysia dan punya sejumlah varian khusus untuk konsumen Negeri Jiran. Rasa yang ditawarkan mulai dari Mie Goreng, Soto, hingga Kari. Sebagai alternatif lokal, Mamee Chef dari Mamee Double-Decker bermain di kategori yang sama dengan karakter rasa berbeda. Produk ini menonjolkan cita rasa terinspirasi makanan Malaysia dan Asia, seperti Curry Laksa, Lontong, dan Creamy Tom Yam.

2. Kenangan Coffee vs ZUS Coffee

Kenangan Coffee, jaringan kedai kopi asal Indonesia, telah berexpansi ke Malaysia dan menawarkan berbagai minuman kopi serta non-kopi. Merek ini mengandalkan konsep kopi modern dengan cita rasa yang banyak terinspirasi selera Asia. Kompetitor lokal di segmen serupa adalah ZUS Coffee, jaringan kopi Malaysia yang memposisikan diri sebagai penyedia specialty coffee dengan harga lebih terjangkau.

3. Ai-Cha Cream & Tea vs Tealive

Ai-Cha Ice Cream & Tea menggabungkan produk es krim dan minuman teh, dan berkembang cukup cepat di Malaysia dengan banyak outlet di berbagai wilayah. Untuk kategori minuman teh kekinian, Tealive menjadi alternatif kuat dari Malaysia. Keduanya menyasar konsumen yang mencari minuman kekinian dengan pilihan rasa beragam. Bedanya, Ai-Cha kuat pada kombinasi es krim dan teh, sedangkan Tealive lebih dikenal sebagai jaringan teh dan bubble tea.

4. MOMOYO vs Coolblog

MOMOYO menggabungkan es krim, minuman manis, fruit tea, dan produk dessert lainnya. Di Malaysia, merek ini mulai membuka outlet pada 2024 dan kini berkembang jadi salah satu pemain di kategori tersebut. Merek Malaysia yang bisa disejajarkan adalah Coolblog. Keduanya menyasar pasar minuman dan dessert dengan harga relatif terjangkau. MOMOYO unggul pada es krim, fruit tea, matcha, dan kreasi minuman yang mengikuti tren.

5. Sari Ratu vs Alternatif Restoran Lokal

Sari Ratu, restoran masakan Indonesia yang beroperasi di Malaysia, juga masuk dalam daftar seruan boikot. Restoran ini menyajikan hidangan khas Nusantara yang selama ini punya penggemar di Negeri Jiran. Jika boikot diamini, pelanggan bisa beralih ke restoran lokal Malaysia yang menawarkan masakan serupa. Dampaknya berpotensi meluas ke pekerja, franchisee, pemasok, dan mitra usaha di Malaysia.

Hingga kini, tidak ada larangan umum dari pemerintah Malaysia terhadap produk makanan Indonesia. Seruan boikot ini murni aksi warganet yang belum tentu diikuti pasar. Namun, merek-merek yang terseret tetap perlu mencermati dampaknya, terutama bagi mitra usaha lokal yang menggantungkan pendapatan dari gerai-gerai tersebut.

Sumber: hipwee.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks