LINKARFAKTA.COM — Warga Bandung punya kebiasaan mencari makan larut malam, entah untuk mengisi perut yang keroncongan atau sekadar menghangatkan badan usai menembus dinginnya angin malam. Beberapa warung kaki lima dan kedai sederhana di kota ini bertahan melayani pembeli sampai menjelang fajar. Berikut lima destinasi kuliner malam legendaris yang bisa jadi penyelamat saat subuh mendekat.
1. Perkedel Bondon
Perkedel Bondon sudah eksis sejak era 1980-an dan jadi salah satu kuliner malam paling ikonik di Bandung. Warung ini baru membuka lapak pukul 22.30 WIB dan beroperasi sampai pukul 02.00 WIB.
Lokasinya di Jalan Stasiun Timur Nomor 26, Kebon Jeruk, Kecamatan Andir. Perkedel kentangnya dimasak tradisional di atas bara api arang, menghasilkan aroma khas dengan tekstur renyah di luar namun lembut di dalam.
Meski hanya bermodal gerobak sederhana, tempat ini selalu ramai didatangi mahasiswa hingga pekerja yang baru pulang malam. Tradisi buka malam hari sudah dipertahankan lebih dari empat dekade.
2. Bubur Ayam Bejo
Bubur Ayam Bejo berdiri sejak 1978 dan beroperasi 24 jam nonstop, kecuali pada hari libur nasional. Lokasinya di Jalan Ahmad Yani Nomor 221-223, Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung.
Meski bernama "bubur", warung ini justru lebih ramai pada malam hari. Buburnya bertekstur kental tanpa kuah kuning, dilengkapi topping ayam suwir, cakwe, telur, tahu goreng, dan sate ati ampela.
Pengunjung bisa menyesuaikan porsi dan topping sesuai selera, dengan harga antara Rp15.000 dan Rp25.000 per porsi. Sistem shift kerja membuat tempat ini tetap siap melayani saat subuh, bahkan jadi favorit untuk sarapan pagi.
3. Kue Balok Kang Didin
Bagi pencinta jajanan manis, Kue Balok Kang Didin di Jalan Abdul Rahman Saleh Nomor 52, Cicendo, buka 24 jam. Warung legendaris ini terkenal dengan kue balok panggangnya yang lembut di dalam dan renyah di luar.
Kue balok adalah jajanan tradisional berbentuk kotak dari adonan tepung dengan isian cokelat, keju, atau kacang. Proses pemanggangan Kang Didin memberi tekstur khas dan aroma harum.
Tempat ini juga menyediakan minuman hangat seperti cokelat, kopi jahe merah, dan cokelat panas. Lokasinya di kawasan Cicendo mudah diakses dari berbagai arah, sering jadi tujuan akhir setelah berkeliling kota.
4. Nasi Kuning Pungkur 216
Nasi Kuning Pungkur 216 jadi ikon kuliner malam Bandung sejak 1993. Warung tenda di Jalan Pungkur Nomor 216, Ciateul, Kecamatan Regol ini buka pukul 19.30 hingga pukul 03.00 dini hari.
Konsepnya prasmanan dengan berbagai lauk rumahan yang bisa dipilih sesuai selera. Menu utama nasi kuning baru tersedia mulai pukul 21.00 WIB, disertai ayam goreng, perkedel, orek tempe, telur balado, dan sayuran.
Harga terjangkau dan porsi mengenyangkan membuat tempat ini selalu ramai, terutama akhir pekan. Suasana santai dengan kursi plastik dan meja sederhana menghadirkan atmosfer khas kuliner kaki lima Bandung.
5. Sate Asin Pedas alias Sate DJ
Kalau Jakarta punya sate taichan, Bandung punya sate asin pedas yang tak kalah nikmat. Kuliner ini jadi pilihan populer pencari makan malam, dengan beberapa warung buka hingga tengah malam bahkan subuh.
Salah satu lokasi terkenal berada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, dekat Pasar Andir. Sate disajikan dengan daging ayam yang dibakar dan dilumuri bumbu pedas menyengat.
Cita rasa gurih dari sate berpadu pedasnya bumbu menciptakan kombinasi yang bikin ketagihan. Tempat ini biasanya mulai ramai setelah pukul 21.00 WIB dan tetap buka hingga dini hari.
Lima tempat ini membuktikan Bandung tidak pernah kehabisan pilihan makan di jam-jam sepi. Simpan daftarnya untuk jaga-jaga saat lapar datang tengah malam atau menjelang subuh.