Pencarian

Pertamina Bor Dua Sumur di Manggarai, 153 KK Kini Punya Air Dekat

Kamis, 17 September 2026 • 11:22:31 WIB
Pertamina Bor Dua Sumur di Manggarai, 153 KK Kini Punya Air Dekat
Warga memanfaatkan air dari sumur bor bantuan Pertamina di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

LINKARFAKTA.COM — PT Pertamina (Persero) membangun dua sumur bor di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, setelah masa tanggap darurat gempa berakhir. Sebelumnya, warga harus berjalan hampir dua kilometer untuk mengambil air bersih. Dua titik sumur itu kini melayani 153 kepala keluarga serta sejumlah fasilitas umum.

Kristian Wawo, warga Watubaur, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, dulu menempuh perjalanan hampir dua kilometer setiap kali hendak mengambil air. Air itu dipakai untuk minum, memasak, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Setelah gempa melanda Kabupaten Manggarai, akses ke sumber air makin sulit.

"Banyak suka dukanya untuk mendapatkan air bersih. Dulu kami harus berjalan hampir dua kilometer untuk mengambil air. Sekarang sumber air sudah dekat berkat bantuan dari Pertamina," ujar Kristian.

Hal serupa dirasakan Amelia, warga Watubaur. Baginya, air bersih jadi kebutuhan paling mendesak saat bencana.

"Dalam kondisi bencana seperti ini, ketika air yang paling kami butuhkan bisa tersedia, kebutuhan utama kami menjadi terpenuhi. Terima kasih Pertamina sudah menghadirkan sarana air bersih di sini," tutur Amelia.

Dari Mobil Tangki ke Sumur Bor

Pada masa tanggap darurat, Pertamina menyalurkan 108.500 liter air bersih lewat mobil tangki. Perusahaan pelat merah itu juga mendistribusikan 2.805 dus air mineral bagi warga terdampak.

Ketika kondisi berangsur pulih, bentuk dukungan bergeser. Pertamina tidak lagi mengirim air, melainkan membangun sumber air yang bisa dipakai jangka panjang. Dua sumur bor dibangun di Kecamatan Reok.

Sumur pertama berada di Mata Air, Kecamatan Reok, dengan kedalaman 32 meter dan debit sekitar satu liter per detik. Sumur ini mendukung kebutuhan 85 kepala keluarga serta Polsek Reok.

Sumur kedua berlokasi di Kelurahan Wangkung, kedalaman 28 meter, dengan debit sekitar 1,3 liter per detik. Sumber air itu melayani 68 kepala keluarga, Gereja Stasi Wangkung, SDK Kedindi, dan PAUD St. Arnoldus Wangkung.

Setiap titik dilengkapi menara air, tandon berkapasitas 1.100 liter, pompa, dan jaringan perpipaan. Dengan begitu, air bisa langsung dialirkan ke rumah warga dan fasilitas umum tanpa perlu diangkut manual.

Air untuk Sekolah dan Tempat Ibadah

Manfaat sumur bor tidak berhenti di kebutuhan rumah tangga. SDK Kedindi dan PAUD St. Arnoldus Wangkung kini punya akses air yang lebih pasti, begitu pula Gereja Stasi Wangkung. Fasilitas umum itu sebelumnya ikut terdampak kesulitan air setelah gempa.

Bagi 153 kepala keluarga yang terlayani, artinya waktu yang dulu habis di jalan kini bisa dipakai untuk aktivitas lain. Anak-anak bisa bersiap ke sekolah tanpa antre mengambil air, sementara orang tua fokus memulihkan kehidupan setelah bencana.

Disesuaikan dengan Tahap Penanganan

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menjelaskan, dukungan perusahaan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pada setiap tahap penanganan bencana.

"Di awal penanganan, masyarakat membutuhkan air bersih dengan cepat. Setelah kondisi berangsur pulih, kebutuhan berikutnya adalah memastikan masyarakat memiliki sumber air yang dapat terus digunakan. Karena itu, Pertamina melanjutkan dukungan dengan membangun sumur bor di dua lokasi," ujar Baron.

Menurut Baron, keberadaan sumber air diharapkan membantu warga kembali menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus menopang sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum.

"Harapannya, manfaat sumber air ini tidak hanya dirasakan pada masa pemulihan, tetapi dapat terus digunakan masyarakat dalam jangka panjang," tambah Baron.

Bagi Kristian dan warga Watubaur, air bersih kini jauh lebih dekat. Sumber air itu bukan cuma memenuhi kebutuhan harian, tapi jadi pijakan untuk kembali menjalani hidup normal setelah gempa.

Sumber: ekonomi.republika.co.id

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks