Pencarian

BP BUMN Siapkan Pembangunan Apartemen di 12 Titik TOD, Meski Proyek LRT Mangkrak

Selasa, 15 September 2026 • 20:23:31 WIB
BP BUMN Siapkan Pembangunan Apartemen di 12 Titik TOD, Meski Proyek LRT Mangkrak
BP BUMN akan membangun apartemen di 12 titik TOD dengan investasi mencapai Rp 456 miliar.

LINKARFAKTA.COM — Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) akan melanjutkan pembangunan apartemen di 12 lokasi kawasan berorientasi transit (TOD) dengan investasi hingga Rp 456 miliar. Langkah ini diambil di tengah terhentinya beberapa proyek LRT City yang dikelola oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf, mengungkapkan bahwa pembangunan apartemen akan dilakukan di lokasi-lokasi strategis seperti Bekasi, Tebet, Ciracas, dan Bogor. Dia menjelaskan bahwa meskipun beberapa proyek LRT City masih mangkrak, mereka tetap berkomitmen untuk membangun semua apartemen di 12 titik tersebut.

Proses Pembangunan dan Lokasi yang Terpilih

Aminuddin menyatakan bahwa saat ini mereka sedang melakukan survei untuk menentukan lokasi mana yang akan diutamakan dalam pembangunan. Penilaian ini akan mempertimbangkan potensi penjualan dan kebutuhan masyarakat. "Kami akan berkeliling untuk mengidentifikasi lokasi yang paling penting dan layak untuk dibangun terlebih dahulu," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko Adhi Karya, Rozi Sparta, menambahkan bahwa saat ini proses due diligence sedang berlangsung di 12 lokasi yang direncanakan untuk pengembangan proyek LRT City di bawah PT Adhi Commuter Properti (ADCP).

Permintaan Penyelesaian Proyek LRT City

Danantara, sebagai pengelola investasi, sebelumnya meminta PT Adhi Karya untuk segera menuntaskan serah terima sekitar 2.400 unit hunian LRT City yang belum diterima oleh pembeli. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menekankan pentingnya penyelesaian proyek LRT City agar tidak merugikan konsumen, terutama bagi mereka yang membeli unit sebagai rumah pertama.

Dony mengatakan, "Persoalan LRT City tidak boleh terus berlarut karena konsumen telah memenuhi kewajibannya." Ia menegaskan bahwa opsi penyelesaian harus menguntungkan pembeli, baik dengan melanjutkan pembangunan maupun melalui pengembalian dana.

Target dan Rencana Ke Depan

Danantara meminta Adhi Karya untuk menghitung kebutuhan biaya guna menyelesaikan proyek dan menyusun rencana bisnis yang jelas. Hal ini akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk apakah akan melanjutkan pembangunan hingga unit diserahterimakan atau mengembalikan dana kepada konsumen.

Dengan adanya rencana pengembangan apartemen di 12 lokasi TOD ini, diharapkan dapat memberikan alternatif hunian yang lebih terjangkau bagi masyarakat, di tengah tantangan penyelesaian proyek LRT City yang masih tersendat.

Sumber: katadata.co.id

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks