Pencarian

615 Kejadian Kebakaran di Jateng hingga Awal September, 282 di Antaranya Karhutla dan Rugikan Rp2,8 Miliar

Selasa, 08 September 2026 • 15:04:31 WIB
615 Kejadian Kebakaran di Jateng hingga Awal September, 282 di Antaranya Karhutla dan Rugikan Rp2,8 Miliar
Ratusan personel gabungan berupaya memadamkan api saat kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan perbukitan di Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026).

SEMARANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah mencatat kerugian materiil akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai Rp2,8 miliar sepanjang Januari hingga awal September 2026. Angka ini terhimpun dari 282 kasus karhutla yang tersebar di berbagai wilayah.

Kasus tersebut merupakan bagian dari 615 total kejadian kebakaran yang ditangani BPBD di periode yang sama. Sisanya adalah kebakaran permukiman dan bangunan lainnya.

Luas Area Terdampak Karhutla Lebih Besar dari Kebakaran Lahan

Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengungkapkan bahwa frekuensi kebakaran lahan memang lebih tinggi dibandingkan kebakaran hutan. Namun, luasan area yang terdampak justru berbanding terbalik.

“Luasannya lebih banyak luasan hutan, tapi kalau sering terjadinya itu kejadiannya lebih banyak di lahan dan ini penyebabnya lebih banyak ke human error,” kata Bergas, Selasa (8/9/2026).

Kebakaran di kawasan hutan, termasuk area Perhutani, disebut memiliki cakupan yang jauh lebih luas dan mendominasi total kerusakan vegetasi di Jawa Tengah.

Penyebab Kebakaran: Kelalaian hingga Kesengajaan Manusia

Bergas menjelaskan, faktor manusia menjadi dalang utama di balik munculnya titik api. Baik kelalaian saat membuka lahan maupun kesengajaan menjadi pemicu yang sulit dihindari.

“Dari sisi nilai kerugian paling banyak itu sekitar Rp2,8 miliar untuk kerugian karhutla, tapi kerugian perumahan itu di atas Rp30 miliar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, wilayah yang selama ini dikenal rawan karhutla meliputi Kabupaten Banyumas, Sragen, hingga kawasan perbukitan di Karanganyar.

Kerugian Kebakaran Permukiman Jauh Lebih Tinggi

Meski karhutla mendominasi jumlah kejadian, nilai kerugian terbesar justru berasal dari kebakaran permukiman. BPBD memproyeksikan kerugian akibat kebakaran rumah warga dan fasilitas umum menembus angka Rp30 miliar.

Tingginya nilai tersebut disebabkan oleh rusaknya bangunan tempat tinggal secara menyeluruh, sebuah dampak yang tidak selalu terjadi pada kasus karhutla di lahan terbuka.

Sumber: indoraya.news

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks