PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember membangun 96 jalur perlintasan langsung (JPL) yang telah melewati proses verifikasi untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang. Dari total tersebut, 10 titik prioritas yang tersebar di empat kabupaten di Jawa Timur ditargetkan mulai beroperasi pada awal Oktober 2026.
JEMBER — KAI Daop 9 Jember mencatat 19 kecelakaan terjadi di perlintasan yang tidak terjaga sepanjang 2025, dan empat kejadian pada tahun ini. Pembangunan JPL menjadi langkah preventif agar angka tersebut tidak bertambah.
Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyatakan keselamatan di perlintasan adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, perlintasan sebidang memiliki potensi risiko tinggi apabila tidak digunakan dengan disiplin dan sesuai aturan.
"Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi korban, sehingga langkah pencegahan harus terus dilakukan," ujarnya di Jember, Sabtu.
10 JPL Prioritas Tersebar di 4 Kabupaten
Sepuluh titik yang menjadi prioritas pembangunan tersebar di Pasuruan satu titik, Kabupaten/Kota Probolinggo tiga titik, Lumajang satu titik, dan lima titik di Jember. Adapun lima JPL di Jember meliputi:
- JPL 85 KM 161+544 antara Jatiroto–Tanggul
- JPL 170 KM 207+129 antara Arjasa–Kotok
- JPL 114 KM 179+933 antara Bangsalsari–Rambipuji
- JPL 9 KM 05+440 antara Kalisat–Ledokombo
- JPL 23 KM 11+504 antara Ledokombo–Sempolan
Setelah 10 titik prioritas rampung, pembangunan berlanjut secara bertahap pada 86 titik lainnya. Seluruh JPL yang telah diverifikasi akan mendapatkan penanganan sesuai prioritas dan kesiapan masing-masing lokasi.
400 Petugas Disiapkan untuk 96 Titik
KAI Daop 9 Jember tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia. Sebanyak 400 orang telah direkrut untuk mendukung kebutuhan pengelolaan 96 JPL tersebut.
Keselamatan di perlintasan, kata Cahyo, bukan hanya soal palang pintu dan petugas. Kedisiplinan setiap pengguna jalan untuk berhenti dan memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api menjadi faktor penentu.
"Peningkatan keselamatan di perlintasan merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda, mengingat perlintasan sebidang menjadi salah satu titik yang memiliki potensi risiko apabila tidak digunakan dengan disiplin dan sesuai aturan," tuturnya.
Selain pembangunan JPL, KAI Daop 9 Jember juga meningkatkan fasilitas, pengawasan, dan edukasi. Kolaborasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, selamat, nyaman, dan berkelanjutan.