Pencarian

Tren Wisata Kerajinan Tangan Mendunia, Ini Destinasi yang Bisa Dikunjungi

Rabu, 02 September 2026 • 22:01:31 WIB
Tren Wisata Kerajinan Tangan Mendunia, Ini Destinasi yang Bisa Dikunjungi
Wisatawan mengamati proses pembuatan kerajinan tangan di sebuah studio pengrajin lokal.

LINKARFAKTA.COM — Semakin banyak operator tur yang menghadirkan pengalaman imersif ke dalam dunia kerajinan tangan. Artist & Nomad, sebuah bisnis berdampak sosial yang berfokus pada kriya, akan membuka retreat ke Kenya, Maroko, dan Oaxaca pada 2027. Para peserta akan diajak masuk ke rumah dan studio pengrajin yang tampil dalam film dokumenter Handmade Future besutan sutradara Kirsten Dickerson.

"Benda-benda yang dibuat dengan tangan menghubungkan jiwa, jadi layak dilestarikan," ujar Dickerson. "Kerajinan tidak hanya memberikan penghasilan, tetapi juga membangun komunitas dan identitas budaya."

Dari Dokumenter ke Studio Pengrajin

Peserta retreat akan menyaksikan langsung proses pembuatan barang-barang yang sebelumnya hanya terlihat di layar. Di Kenya, wisatawan bisa membentuk tanah liat di atas roda putar bersama seniman lokal.
Di koperasi perempuan di Pegunungan High Atlas, Maroko, anggota komunitas menenun selimut pernikahan khas daerah itu.
Sementara di bengkel Bagru, India, wisatawan dapat belajar teknik cetak blok manual pada kain sebelum melanjutkan perjalanan ke studio-studio di Oaxaca, Meksiko, untuk mengenal tradisi kerajinan setempat.

Destinasi Asia: Yunnan dan Mesir

Di Asia, Yi Crafts yang didirikan Yiran Duan, pengrajin dari etnis Bai, memperluas retreat tekstilnya di kampung halamannya, Dali. Kini program tersebut menjangkau kerajinan langka di seluruh Provinsi Yunnan, China. Wisatawan dapat menyaksikan ukiran kayu di kota pegunungan Shaxi serta pembuatan kertas dari kulit kayu yang dilakukan para pendeta Naxi di Desa Baisha.

Majestic Disorder Travels pun meluncurkan paket wisata Mesir yang menggabungkan kunjungan ke Piramida dengan studio tenun dan keramik. Pada 2027, operator ini akan membuka trip Brasil yang fokus pada kuliner, musik, dan tekstil di kota pesisir Guarujá dan Santos.

Menginap di Rumah Tradisional yang Memamerkan Kriya

Bagi yang ingin merasakan tinggal di tengah karya seni, brand hospitalitas Jepang Maana mengelola deretan rumah tradisional machiya yang direnovasi di Kyoto. Properti ini memajang kerajinan seperti teknik pernis kuno fuki-urushi yang berusia 9.000 tahun dan menjadi basis untuk retreat tembikar serta desain. Properti keempat mereka, Maana Annex, yang merupakan bangunan baru hasil kolaborasi dengan studio Norm Architects dan KAD, dijadwalkan beroperasi pada Desember mendatang.

Sementara itu, pendiri merek tekstil Luna Zorro, Molly Berry, baru saja merenovasi wisma dua kamar di pusat Antigua, Guatemala. Interiornya dihiasi kain tenun dari mitra pengrajin, keramik, lampu, serta perabot kayu buatan lokal. Wisma ini menjadi tempat tinggal seniman dalam residensi dan peserta kelas kerajinan yang diadakan di studio Berry di dekatnya.

Ekspansi ke Maroko dan Meksiko

Tahun depan, Berry akan memperluas programnya ke Maroko, Meksiko, dan Spanyol. Ia menilai wisatawan modern mencari hubungan yang lebih dalam dengan lanskap kreatif sebuah negara melalui proses kreatif para pengrajinnya.

"Orang-orang menginginkan koneksi yang lebih dalam dengan lanskap kreatif suatu negara dan budaya," kata Berry. "Kerajinan adalah koneksi itu."

Sumber: cntraveler.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks