Pencarian

Semangat Santriwati Pulau Sapeken Sumenep Menulis Kabar Baik, Jadi Jurnalis hingga Raih Hadiah Rp 12 Juta

Senin, 24 Agustus 2026 • 13:02:31 WIB
Semangat Santriwati Pulau Sapeken Sumenep Menulis Kabar Baik, Jadi Jurnalis hingga Raih Hadiah Rp 12 Juta
Santriwati MTs di Pulau Sapeken, Sumenep, mengikuti sosialisasi jurnalistik dalam program 1.000 Kabar Baik untuk Indonesia.

SUMENEP — Pulau Sapeken selama ini dikenal sebagai salah satu sentra hasil laut di gugusan kepulauan Madura. Namun, belakangan yang mencuri perhatian bukan hanya melimpahnya ikan, melainkan semangat anak-anak mudanya yang ingin menekuni dunia tulis-menulis.

Ratusan pelajar, khususnya santriwati kelas II dan III MTs, tampak serius mendengarkan pemaparan wartawan KabarBaik.co, Hairul Faisal, saat sosialisasi berlangsung di lingkungan pesantren. Mereka bukan hanya belajar tentang teknik menulis, tetapi juga memahami bagaimana seorang jurnalis bekerja dan memiliki akses luas hingga ke pejabat negara.

Alasan Santriwati Tertarik Jadi Wartawan

Ketertarikan para santriwati terhadap profesi wartawan muncul setelah mendengar penjelasan mengenai mobilitas kerja seorang jurnalis. Beberapa di antaranya mengaku ingin menjadi wartawan karena bisa berbicara langsung dengan bupati, gubernur, bahkan presiden.

Alasan lain yang tak kalah menarik adalah kesempatan untuk bepergian ke berbagai daerah tanpa mengeluarkan biaya pribadi. Menurut Hairul Faisal, saat kantor menugaskan liputan ke luar kota, seluruh ongkos dan akomodasi ditanggung oleh perusahaan media.

“Kalau kantor menugaskan liputan ke banyak daerah, ya otomatis kita bisa gratis ke semua daerah itu karena yang menanggung semua ongkos dan akomodasi adalah kantor. Bahkan kita dikasi uang saku. Begitu juga jika ada penugasan liputan ke luar negeri, maka wartawan bisa liburan jika tugas-tugas jurnalistik yang ditugaskan kantor telah rampung,” jelas Hairul Faisal.

Tantangan Menulis untuk Indonesia

Sebagai langkah awal, para santriwati diminta mencari dan menulis kabar baik yang ada di sekitar pesantren maupun tempat tinggal mereka. Mereka diajak mengamati hal-hal positif yang selama ini mungkin luput dari perhatian, mulai dari kegiatan keagamaan hingga potensi lokal yang bisa menginspirasi banyak orang.

“Cari dan pikirkan apa saja kabar baik di sekitar kita yang perlu diketahui dan menginspirasi masyarakat Indonesia,” seru Hairul Faisal di hadapan puluhan santriwati.

Batas Waktu dan Hadiah yang Disediakan

Program 1.000 Kabar Baik untuk Indonesia ini terbuka bagi pelajar dan masyarakat umum. Setiap peserta hanya diminta menulis berita kebaikan maksimal 450 kata dan melampirkan foto pendukung.

Naskah paling lambat dikirim pada 30 September 2026 melalui email seribukabarbaik.@gmail.com. Panitia telah menyiapkan total hadiah Rp 12 juta bagi tulisan yang dinilai paling menginspirasi untuk Indonesia.

Kegiatan di Pulau Sapeken ini menjadi bagian dari upaya KabarBaik.co menggencarkan sosialisasi ke berbagai sekolah dan tempat umum di Indonesia. Tujuannya sederhana: membiasakan masyarakat mencari dan menyebarkan sisi positif dari lingkungannya masing-masing.

Sumber: kabarbaik.co

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks