Damkar Baubau Imbau Warga Hentikan Bakar Sampah Usai 10 Titik Kebakaran Lahan dalam Dua Hari

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau memadamkan api di kawasan permukiman Asriwijaya 2, Baubau, Sulawesi Tenggara.
Penulis: Doni
Jumat, 04 September 2026 | 16:19:32 WIB

BAUBAU — Sepuluh titik kebakaran lahan melanda Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, hanya dalam kurun dua hari, 31 Agustus hingga 1 September 2026. Kondisi itu mendorong Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Baubau mengeluarkan imbauan resmi kepada warga agar tidak membakar sampah maupun membersihkan lahan secara sembarangan.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Baubau, La Ode Ali Hasan, saat dihubungi di Kendari, Rabu, menyebut seluruh titik api tersebut berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa. Namun, kesadaran warga dalam mengelola sampah dan lahan menjadi kunci utama pencegahan ke depan.

Bukan Cuma Lahan Kering, Permukiman dan Cagar Budaya Ikut Terdampak

Sebagian titik kebakaran justru berada di kawasan padat dan bernilai historis. Salah satunya menghanguskan perumahan warga di Asriwijaya 2 dengan luas terdampak mencapai dua hektare. Kawasan cagar budaya Keraton Buton juga tidak luput — sekitar satu hektare lahannya terbakar.

Area permukiman di Jalan Poros Pasar Palabusa serta lahan kering di sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) turut menjadi lokasi kebakaran yang dilaporkan. Luas total terdampak dari sepuluh titik itu bervariasi, dari puluhan are hingga lahan yang lebih luas.

Mengapa Api Cepat Menyebar? Pemicu Utama: Sisa Pembakaran Sampah dan Puntung Rokok

Menurut La Ode Ali Hasan, hampir semua kejadian berawal dari aktivitas yang seharusnya mudah dicegah. "Sebagian besar pemicu kebakaran lahan di daerah ini akibat aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan begitu saja serta buangan puntung rokok saat kondisi angin kencang dan cuaca kering," katanya.

Cuaca kering yang melanda Baubau dalam beberapa pekan terakhir membuat material organik di permukaan lahan mudah terbakar. Hembusan angin kencang kemudian mempercepat perambatan api ke area yang lebih luas.

Respons Cepat Petugas dan Warga Mencegah Dampak Lebih Besar

Masing-masing titik api berhasil dijinakkan berkat kolaborasi petugas Damkar, unsur kepolisian, serta warga sekitar. La Ode Ali Hasan mengapresiasi kecepatan pelaporan dan kerja gotong royong di lapangan yang membuat kerugian material relatif terkendali.

"Kami minta masyarakat menghentikan kebiasaan membakar sampah di pekarangan atau lahan kering. Jika melihat adanya titik api, segera laporkan ke Damkar agar bisa ditangani sedini mungkin," tambah Ali Hasan.

Imbauan ini berlaku di seluruh wilayah Kota Baubau, termasuk permukiman padat dan kawasan konservasi. Damkar mengingatkan bahwa membakar sampah tanpa pengawasan merupakan pelanggaran yang tidak hanya membahayakan lingkungan, tetapi juga berpotensi merembet ke permukiman dan cagar budaya.

Reporter: Doni