Labfor Polda Papua Olah TKP Kebakaran di Pantai Mandala Jayapura yang Hanguskan Rumah 2.000 Warga

Tim Labfor Polda Papua melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di Pantai Mandala, Jayapura, untuk mencari titik awal api.
Penulis: Wahyu
Jumat, 04 September 2026 | 16:14:31 WIB

JAYAPURAKebakaran yang menghanguskan permukiman padat penduduk di kawasan Pantai Mandala, Distrik Jayapura Utara, kini memasuki tahap penyelidikan ilmiah. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Papua diterjunkan untuk mencari titik awal api yang memaksa ribuan jiwa mengungsi ke Stadion Mandala.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Fredrickus Maclarimboen menyatakan olah TKP telah dilaksanakan pada Selasa (1/9) untuk memastikan penyebab kebakaran. "Selain melakukan olah TKP dengan melibatkan Labfor Polda Papua, penyidik reskrim juga mulai meminta keterangan dari para saksi untuk mengetahui asal api," ujarnya di Jayapura.

Analisis Labfor dan Keterangan Saksi Jadi Kunci

Penyidik saat ini telah memeriksa tujuh orang saksi. Fredrickus menegaskan jumlah tersebut masih akan bertambah seiring berjalannya proses penyelidikan yang terus dikembangkan.

Keterangan warga yang menjadi saksi mata serta hasil analisis tim Labfor nantinya akan menjadi bahan utama bagi penyidik untuk menentukan apakah kebakaran murni akibat faktor kelalaian atau terdapat unsur pidana di dalamnya.

2.000 Warga Mengungsi di Stadion Mandala

Dampak kebakaran terbilang masif. Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru menyebutkan para korban kini ditampung di tenda-tenda darurat yang didirikan di lapangan basket dalam kompleks Stadion Mandala.

Lokasi pengungsian berada sekitar 200 meter dari titik kebakaran, memudahkan warga untuk memantau sisa harta benda mereka. "Jarak dari tempat penampungan dengan TKP kebakaran sekitar 200 meter dan kini dilengkapi dengan dapur umum dan tim kesehatan yang siap membantu memeriksa kesehatan bagi warga yang membutuhkan," kata Rustan.

Dapur Umum dan Layanan Kesehatan Disiagakan

Pemerintah Kota Jayapura memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Dapur umum telah beroperasi untuk melayani kebutuhan makan sehari-hari, sementara tim medis berjaga untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga terdampak, terutama anak-anak dan lansia yang rentan mengalami gangguan pernapasan akibat asap dan kelelahan.

Proses evakuasi dan pendataan warga masih terus dilakukan. Pihak kepolisian bersama pemerintah kota berkoordinasi untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan efektif, baik dari sisi penegakan hukum maupun pemulihan kondisi sosial warga yang rumahnya ludes terbakar.

Reporter: Wahyu