Pemprov Kaltim Minta KONI Cari Sponsor Swasta, Gubernur Rudy Mas'ud: APBD Fokus untuk Kebutuhan Dasar
SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menerima audiensi jajaran pengurus KONI Kaltim di Ruang Rapat Gubernur, Rabu (2/9/2026). Dalam pertemuan itu, ia menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak bisa lagi bertumpu sepenuhnya pada APBD.
"Olahraga ini penting, tapi hari ini dengan kondisi dan situasi fiskal Kaltim saat ini, tidak mungkin kita memaksakan APBD," kata Rudy.
Mengapa APBD Tidak Mampu Menopang Olahraga?
Rudy menjelaskan bahwa efisiensi anggaran sedang menjadi prioritas pemerintah daerah. Setiap rupiah yang dikeluarkan dari kas daerah harus memberikan manfaat nyata dan bisa dipertanggungjawabkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
"Untuk prestasi kita oke, tapi jangan lupa setiap anggaran yang digunakan harus dipertanggungjawabkan dan memberi manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.
Ia mendorong KONI membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan maupun pihak ketiga. Keterlibatan swasta dinilai mampu mengurangi beban APBD sekaligus mendukung kelangsungan latihan atlet secara berkelanjutan.
Teguran untuk Tata Kelola: Podium Jangan JadiAlasan Lupa Administrasi
Di hadapan pengurus KONI, Gubernur menyampaikan peringatan keras terkait integritas pengelolaan dana pembinaan. Menurutnya, prestasi di arena olahraga tidak ada artinya jika organisasi bermasalah secara administrasi.
"Jangan sampai kita dapat prestasi, tapi ujungnya menyisakan masalah. KONI tata kelola keuangannya harus akuntabel, transparan dan profesional. Jangan sampai atletnya naik podium, tapi integritas dan administrasinya turun," tegas Rudy.
58 Cabang Olahraga Siap Bertanding di Porprov Paser
Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Rasman Rading melaporkan kesiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Sebanyak 58 dari 64 cabang olahraga akan dipertandingkan di Kabupaten Paser.
"Rencananya cabor yang dipertandingkan merupakan cabor unggulan Kaltim. Namun, karena cabor lainnya sudah mengikuti prakualifikasi, mereka juga meminta untuk ikut dipertandingkan," ujar Rasman.
Wacana Porprov Dua Tahunan demi Regenerasi Atlet
Ketua Umum KONI Kaltim Anderiy Syachrum menyambut baik arahan gubernur soal keterlibatan mitra pemerintah. Ia menilai kondisi fiskal saat ini menjadi momentum bagi KONI untuk berinovasi mencari sumber pembiayaan baru.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang sudah membuka ruang kepada mitra-mitra pemerintah agar bisa bergandengan tangan membantu pembinaan atlet-atlet kita," ungkap Anderiy.
Anderiy juga mewacanakan perubahan pola penyelenggaraan Porprov dari empat tahun sekali menjadi dua tahun sekali. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun depan.
"Saat ini sudah ada dua daerah yang melaksanakan Porprov setiap dua tahun sekali, yakni Jawa Timur dan Jawa Barat. Tujuannya untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet agar tetap semangat dan venue tetap terawat," jelas Anderiy.
Dukungan swasta melalui CSR nantinya diharapkan tidak hanya menutup biaya operasional event, tetapi juga membantu pembiayaan cabang olahraga unggulan agar atlet Kaltim tetap bisa berlatih dan berkompetisi secara konsisten.>