Densus 88 Antiteror Tanamkan Literasi Digital pada 1.700 Mahasiswa Baru UIN Palembang

Densus 88 Antiteror Polri memberikan edukasi literasi digital kepada 1.700 mahasiswa baru UIN Raden Fatah Palembang.
Penulis: Doni
Kamis, 03 September 2026 | 03:12:31 WIB

Palembang (ANTARA) - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Satuan Tugas Wilayah Sumatera Selatan membentengi 1.700 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang dari paparan paham ekstrem.

Edukasi ini berfokus pada pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) di lingkungan kampus.

Radikalisasi Bergeser ke Dunia Maya

Koordinator tim Densus 88 AT Polri, Briptu Achmad Nur Rohman, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi telah menggeser pola radikalisasi dari ruang fisik ke ruang digital.

Media sosial, kata dia, menjadi sarana utama propaganda dan hoaks yang menyasar kelompok rentan.

"Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang aktif menjaga persatuan, meningkatkan literasi digital, serta menerapkan prinsip 'Stop, Cek, Pikir, Bagikan' sebelum menyebarkan informasi," ujar Rohman di Palembang, Rabu.

Wawasan Kebangsaan sebagai Filter Utama

Rohman menambahkan, penguatan wawasan kebangsaan menjadi fondasi krusial untuk memblokir pemahaman radikal di kalangan civitas akademika.

Empat konsensus dasar—Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI—harus tertanam kuat dalam setiap interaksi sosial mahasiswa.

Memisahkan Pokok Agama dari Cabangnya

Narasumber Densus 88 AT Polri, Briptu M. Farhan, menekankan pentingnya pemahaman keagamaan yang moderat di tengah arus informasi yang deras.

Mahasiswa perlu cermat memilah perkara ushul (pokok agama) dari persoalan cabang agar tidak mudah terprovokasi doktrin sempit.

Reporter: Doni