Pesta Tempo Dulu di Kampung Magersari Kota Mojokerto Hadirkan 50 Kuliner Tradisional hingga Batik Ecoprint
KOTA MOJOKERTO — Suasana masa lalu seolah hidup kembali di Kampung Magersari Gang 1, Kota Mojokerto. Warga dan pengunjung yang datang disambut beragam sajian khas tempo dulu, mulai dari ketan sambal, nasi jagung, jamu kunyit asam, putu, getuk, hingga gempo yang tersebar di setiap sudut kampung.
Tak hanya kuliner, pengunjung juga bisa menikmati es potong, menyaksikan komunitas sepeda ontel, hingga mengikuti lomba permainan rakyat yang mengingatkan pada aktivitas anak-anak di masa lalu. Sejumlah produk batik, termasuk batik ecoprint berbahan alami, turut dipamerkan dalam kegiatan tersebut.
Wawali: Konsep Ini Bangkitkan UMKM Sekaligus Beri Nuansa Baru
Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, mengapresiasi inisiatif warga yang mengemas kampungnya menjadi ruang budaya bernuansa nostalgia. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Alhamdulillah, di sini kelihatan kawan-kawan untuk membangkitkan UMKM. Apalagi memberi nuansa jadul, ini terasa fresh," tutur Cak Sandi, sapaan akrabnya.
Branding Kampung Perlu Diperkuat agar Punya Ciri Khas
Pria yang akrab disapa Cak Sandi itu menilai konsep kampung kuliner tempo dulu masih memiliki ruang untuk dikembangkan. Ia mendorong penguatan karakter kuliner dan aktivitas yang menjadi identitas khas kampung, sehingga kegiatan ini tidak berhenti pada banyaknya pilihan makanan.
"Kalau memang ini sudah jadi semacam branding, ciri khas, kita mungkin bisa lebih memperkuat karakternya. Baik karakter tentang makanan, dan saya harap memang tidak hanya makanan," katanya.
Belajar Membatik Gratis dan Layanan Publik Hadir di Tengah Pesta
Di tengah kemeriahan pesta, kegiatan ini juga memberikan pengalaman budaya secara langsung. Pengunjung, khususnya generasi muda, dapat belajar mencanting batik secara gratis untuk mengenal proses pembuatan kain tradisional tersebut.
Menariknya, pesta kampung ini tidak hanya soal kuliner dan hiburan. Sejumlah layanan publik turut dihadirkan, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pelayanan Identitas Kependudukan Digital (IKD), hingga layanan Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Batik Ecoprint Bukti Tradisi Bisa Ikuti Zaman
Kehadiran batik ecoprint yang mengedepankan bahan-bahan alami dan ramah lingkungan menunjukkan bahwa tradisi dapat berkembang mengikuti semangat zaman. Unsur budaya tetap dipertahankan, namun dipadukan dengan pendekatan yang lebih modern dan bernilai ekonomi.
Pesta tempo dulu di Kampung Magersari Gang 1 direncanakan digelar secara berkala. Dengan konsep yang terus disempurnakan, kegiatan ini diharapkan berkembang menjadi ruang kuliner, budaya, dan pemberdayaan masyarakat yang memiliki karakter khas Kota Mojokerto.