Double Fine Resmi Pegang Penuh Hak IP dan Publikasi Game Lama, Termasuk Psychonauts 2

Double Fine resmi memegang penuh hak kekayaan intelektual dan hak publikasi atas seluruh game lamanya, termasuk Psychonauts 2.
Penulis: Doni
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:54:31 WIB

JAWA TIMUR — Keputusan ini merupakan kelanjutan dari restrukturisasi besar Microsoft yang diumumkan pada Juli lalu, yang memisahkan Double Fine dan beberapa studio lain menjadi entitas independen. Bagi pemain yang selama ini membeli game Double Fine di platform mana pun, kabar ini berarti dukungan finansial mereka kini benar-benar sampai ke tangan pengembang, bukan hanya mengalir ke korporasi.

Dampak Langsung ke Kantong Studio

Dalam wawancara dengan Kinda Funny Games, Schafer menjawab langsung pertanyaan penggemar soal apakah pembelian game lawas seperti Psychonauts 2, Keeper, atau Kiln benar-benar memberikan pemasukan bagi studio. Jawabannya tegas: "Transfer IP kembali kepada kami, dan kami mendapatkan hak publikasi kembali untuk semua game kami."

"Jika kalian penasaran, membeli game kami membantu mendukung studio," tegas Schafer. "Kami bisa mengubah uang itu menjadi pendapatan yang membantu memperpanjang masa operasional kami."

Amnesia Fortnight Kembali, Kali Ini Lewat Kickstarter

Di tengah transisi kepemilikan ini, Double Fine tidak tinggal diam. Schafer mengumumkan langkah berikutnya adalah menghidupkan kembali acara game jam internal mereka, Amnesia Fortnight, dalam bentuk kampanye Kickstarter. Para pendukung nantinya akan diberi hak suara untuk menentukan prototipe mana yang akan dikembangkan menjadi proyek penuh berikutnya.

Acara ini dijadwalkan berlangsung mulai 31 Agustus hingga hampir sepanjang September. Ini menjadi sinyal bahwa studio ingin melibatkan komunitas secara langsung dalam proses kreatif mereka, sekaligus mencari sumber pendanaan alternatif di luar struktur publisher besar.

Harga yang Harus Dibayar untuk Kemerdekaan

Kemerdekaan ini tidak datang tanpa ongkos. Sebagai bagian dari transisi, Double Fine harus memberhentikan sekitar seperempat dari total 90 karyawannya. Pihak studio menyatakan pemangkasan ini diperlukan untuk mencapai "ukuran yang bisa kami pertahankan" secara finansial.

Nasib serupa juga dialami Compulsion Games, studio di balik We Happy Few dan South of Midnight, yang juga dipisahkan dari Xbox dalam restrukturisasi yang sama. Mereka telah mengonfirmasi tetap memegang kepemilikan penuh atas IP mereka.

Bagi penggemar di Indonesia yang menantikan kelanjutan Psychonauts atau proyek ambisius lain dari Double Fine, perkembangan ini adalah kabar baik. Studio kini punya kendali penuh atas arah kreatif mereka, dan setiap rupiah yang kamu keluarkan untuk membeli game mereka di Steam, PlayStation, atau platform lain, berkontribusi langsung pada kelangsungan hidup studio.

Reporter: Doni