Karhutla di Kapuas Meluas, Tim Damkar Terkendala Akses Sungai dan Asap Tebal
JAWA TIMUR — Kepulan asap tebal masih menyelimuti titik api di koordinat -2,2314428, 114.35173405 yang berlokasi di pedalaman Kapuas. Kondisi ini mempersempit jarak pandang tim pemadam dan mempersulit upaya menjinakkan api yang telah berlangsung sejak Jumat (21/8).
Kepala BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, mengatakan pergerakan api justru kian meluas. "Status api di Katunjung koordinat kedua ini belum dapat dikendalikan, pergerakan api meluas dengan kepulan asap tebal," ujarnya Sabtu (22/8).
Perahu Ces Jadi Satu-Satunya Jalur Masuk
Medan menjadi musuh utama di lapangan. Akses darat menuju lokasi tidak tersedia, memaksa tim menggunakan perahu ces untuk menembus jalur sungai. Perjalanan pun berpacu dengan waktu sebelum debit air surut dan memutus jalur logistik.
"Akses melalui sungai juga menjadi persoalan tersendiri. Tim tidak hanya harus mencapai lokasi secepat mungkin, tetapi juga mempertimbangkan kondisi pasang surut yang menentukan apakah perahu dapat melintas," imbuh Pangeran.
Persoalan lain datang dari keterbatasan jaringan komunikasi. Koordinasi dari lokasi kejadian tidak mudah dilakukan, sementara asap tebal memaksa petugas bergerak ekstra hati-hati di sekitar titik api.
Sembilan Personel Dikerahkan ke Titik Api
Pusdalops BPBD Kabupaten Kapuas menurunkan sembilan personel untuk menangani titik tersebut. Mereka terdiri dari tiga personel KPHL Kapuas Kahayan dan enam personel Masyarakat Peduli Api (MPA) binaan.
Tim di lapangan harus bekerja ekstra keras mencegah kobaran menyebar ke area lain. Hingga pagi ini, kondisi di titik kedua Katunjung belum dinyatakan aman. Kendala utama tetap pada ketiadaan sinyal komunikasi, jarak pandang terbatas, serta ketergantungan penuh pada akses perahu ces dan pasang surut air sungai.
Di tengah keterbatasan itu, Pusdalops BPBD Kabupaten Kapuas terus berkoordinasi dengan posko terdepan untuk mendapatkan perkembangan terbaru dari lokasi kebakaran.