Karhutla Lahan Gambut di Muara Leka Kukar Belum Padam, Api Merambat Hingga Area Perkebunan Sawit PT JMS

Tim gabungan BPBD Kukar, Manggala Agni, dan perusahaan masih berupaya memadamkan api di lahan gambut Desa Muara Leka yang merambat ke area perkebunan sawit PT JMS.
Penulis: Rendra
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:44:01 WIB

KUTAI KARTANEGARA — Tim gabungan BPBD Kukar, Manggala Agni, dan pihak perusahaan masih berjibaku memadamkan api di lahan gambut Desa Muara Leka. Meski kobaran api di permukaan mulai mengecil, titik panas di lapisan bawah tanah masih terdeteksi dan berpotensi memicu kembali kebakaran.

Koordinator BPBD Kukar, Novan Fahrozi, mengatakan kondisi lahan gambut setebal hampir satu meter menjadi tantangan terbesar di lapangan. Api tidak hanya membakar permukaan, tapi menjalar melalui akar dan lapisan tanah di bawahnya.

Mengapa Api di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan?

Proses pemadaman di lahan gambut memakan waktu lebih lama dibandingkan kebakaran di lahan biasa. Tim harus memastikan tidak ada lagi asap maupun titik panas yang tersisa sebelum menyatakan satu area aman.

"Gambutnya hampir satu meter kedalamannya. Dalam satu hari, area yang bisa dipadamkan tidak terlalu luas karena api bisa menjalar dan tetap menyala di bagian akar atau di bawah permukaan tanah," jelas Novan saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).

Petugas tidak hanya menyiram permukaan, tetapi juga membongkar lapisan gambut untuk memastikan api di dalam tanah benar-benar mati. Metode ini membuat progres pemadaman berjalan lambat dan membutuhkan personel dalam jumlah besar.

Lebih dari 200 Personel Dikerahkan Setiap Hari

BPBD Kukar mengerahkan sembilan personel dan Manggala Agni menurunkan lima personel. Total lebih dari 200 orang terlibat, termasuk pekerja perusahaan yang bertugas pada malam hari.

"Dari pagi sampai sore, kami bersama Manggala Agni melakukan pemadaman. Kemudian pada malam hari, pihak perusahaan juga melakukan pemadaman dengan melibatkan para pekerjanya," tutur Novan.

Operasi ini menggunakan tangki berkapasitas 5.000 liter, mesin pompa apung, mesin Tohatsu, dan mobil slip on. Petugas juga memakai foam tipe A untuk memadamkan material kayu dan vegetasi yang terbakar.

Api Diduga Berasal dari Aktivitas Warga Mencari Ikan

Informasi awal dari pihak perusahaan menyebutkan api diduga berasal dari aktivitas warga yang membakar semak di luar area HGU saat mencari ikan. Api kemudian merembet cepat ke kawasan perkebunan kelapa sawit milik PT JMS.

"Informasinya dari pihak perusahaan, ada warga yang mencari ikan dengan cara membakar semak di luar area HGU mereka. Kemudian, tanpa disadari, api merembet dengan cepat hingga masuk ke wilayah HGU perusahaan," ungkapnya.

Namun, keterangan tersebut masih sebatas dugaan awal dan belum menjadi kesimpulan resmi. Tim gabungan masih memprioritaskan pemadaman dan pencegahan api agar tidak kembali menyebar ke area lain.

Luas Lahan Terbakar Belum Dapat Dipastikan

BPBD belum bisa memastikan total luas lahan yang terbakar karena proses pemadaman masih berlangsung. Pihak perusahaan disebut lebih mengetahui angka pastinya karena kebakaran terjadi di kawasan HGU mereka.

"Untuk luasan sampai sekarang kami belum bisa memberikan informasi karena masih dalam proses pemadaman. Mungkin pihak perusahaan yang lebih mengetahui luasannya," ujar Novan.

Petugas berharap hujan segera turun untuk membantu membasahi lahan dan mengurangi potensi api muncul kembali dari lapisan gambut. Hingga berita ini diturunkan, status kebakaran belum sepenuhnya terkendali dan tim masih bersiaga di lokasi. (fjr)

Reporter: Rendra