Pencarian

5 Destinasi Sejarah dan Budaya di Solo yang Wajib Dikunjungi

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 15:20:31 WIB
5 Destinasi Sejarah dan Budaya di Solo yang Wajib Dikunjungi
Keraton Surakarta Hadiningrat menjadi pusat kebudayaan Kasunanan Surakarta yang berawal pada abad ke-18.

LINKARFAKTA.COM — Solo bukan cuma soal kuliner dan tempat nongkrong. Kota Surakarta menyimpan jejak sejarah panjang, tradisi Jawa yang masih hidup, hingga kawasan lawas yang menarik dijelajahi. Pemerintah Kota Surakarta pun menempatkan budaya dan kearifan lokal sebagai daya tarik utama pariwisata kota ini.

Lima destinasi berikut mempertemukan masa lalu dan masa kini Solo, dari kompleks keraton hingga museum seni kontemporer. Semuanya berbasis warisan budaya yang masih aktif hingga sekarang.

1. Keraton Surakarta Hadiningrat

Keraton Surakarta Hadiningrat menjadi pusat kebudayaan Kasunanan Surakarta yang berkaitan erat dengan perkembangan kota. Sejarah Surakarta sebagai pusat pemerintahan berawal pada abad ke-18, setelah Keraton Kartasura rusak akibat pemberontakan pada 1742.

Pakubuwana II memilih Desa Sala sebagai lokasi pusat pemerintahan baru, dan pembangunan keraton dimulai pada 1745. Berkunjung ke kawasan ini memberi kesempatan mengenal tradisi, tata ruang, dan peninggalan budaya Jawa.

Pencinta sejarah dan fotografi arsitektur bisa mengamati detail bangunan hingga suasana lingkungannya. Perhatikan batas area kunjungan dan aturan yang berlaku karena sebagian ruang memiliki fungsi adat atau tidak dibuka untuk umum.

2. Pura Mangkunegaran dan Pracima Tuin

Pura Mangkunegaran merupakan kompleks bersejarah yang menjadi pusat kebudayaan Kadipaten Mangkunegaran. Kunjungan dilakukan dengan pendampingan pemandu sesuai ketentuan pengelola.

Situs resmi Mangkunegaran mencantumkan sesi tur berkala, aturan berpakaian, serta sejumlah ketentuan ketika memasuki area tertentu. Jadwal dan ketentuan terbaru sebaiknya diperiksa sebelum berangkat.

Tak jauh dari sana ada Pracima Tuin, taman yang dikembangkan sebagai ruang menghadirkan kebudayaan Jawa dalam format yang lebih dekat dengan masyarakat masa kini. Kawasan ini bukan sekadar taman untuk berfoto, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang pengembangan budaya, mulai dari kegiatan kuliner hingga acara dan kolaborasi seni.

3. Museum Tumurun

Museum Tumurun menghadirkan koleksi seni yang mempertemukan karya klasik dan kontemporer dalam satu ruang pamer. Daya tariknya bukan hanya pada karya yang dipajang, tetapi juga pengalaman mengamati seni dengan sudut pandang berbeda.

Informasi resmi Museum Tumurun menyebutkan museum berlokasi di Jalan Kebangkitan Nasional No. 2/4, Surakarta. Jam buka Selasa hingga Minggu, pukul 10.00–16.00 WIB, dan pengunjung dianjurkan datang 15 menit lebih awal untuk konfirmasi kepada petugas.

Jadwal pameran, tiket, dan ketentuan kunjungan dapat berubah, jadi cek situs resmi atau akun media sosial museum sebelum datang. Buat yang ingin pengalaman berbeda dari wisata sejarah konvensional, museum ini bisa jadi pilihan.

4. Kampung Batik Laweyan

Kampung Batik Laweyan memperlihatkan bagaimana tradisi tetap menjaga denyut kehidupan kampung lawas. Kawasan ini menjadi contoh bagaimana warisan budaya tetap hadir di tengah perkembangan kota.

Pengunjung bisa berburu batik sekaligus menyusuri gang-gang kampung yang masih produktif. Aktivitas membatik warga menjadikan kawasan ini bukan sekadar destinasi belanja, melainkan ruang hidup tradisi.

5. Pasar Tradisional Solo

Pasar tradisional menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Surakarta. Kehadirannya melengkapi wisata sejarah dan budaya karena memperlihatkan sisi kota yang bergerak setiap hari.

Menyusuri pasar memberi gambaran bagaimana tradisi Jawa bertemu dengan aktivitas ekonomi warga. Cocok disisipkan dalam perjalanan setelah mengunjungi keraton atau kampung batik.

Lima destinasi ini memperlihatkan Solo sebagai kota yang mempertemukan masa lalu dan masa kini. Sebelum berangkat, selalu cek jadwal, tiket, dan aturan kunjungan terbaru agar perjalanan lebih nyaman.

Sumber: kabarjawa.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks