Pencarian

ASUS ROG Zephyrus M16 Liquid Metal Bocor: FPS Naik 3x Usai Ganti Pasta

Kamis, 08 Oktober 2026 • 11:41:31 WIB
ASUS ROG Zephyrus M16 Liquid Metal Bocor: FPS Naik 3x Usai Ganti Pasta
Liquid metal pada CPU ASUS ROG Zephyrus M16 dilaporkan bocor dan mengorosi heatsink.

LINKARFAKTA.COM — Satu unit ASUS ROG Zephyrus M16 yang beberapa kali crash dan restart sendiri ternyata bermasalah pada liquid metal CPU-nya yang bocor hingga mengorosi heatsink. Setelah dibersihkan dan diganti thermal paste GD900, suhu turun, crash hilang, dan FPS game dilaporkan melonjak sampai tiga kali lipat. Kasus ini jadi pengingat bahwa material pendingin sekelas liquid metal pun bisa gagal seiring pemakaian.

Keluhan soal laptop gaming yang kepanasan bukan hal baru. Tapi kasus yang dibagikan seorang pengguna di Reddit ini menarik karena akar masalahnya justru ada di komponen yang dirancang untuk mendinginkan, bukan di ventilasi atau kipas. Laptop yang dimaksud adalah ASUS ROG Zephyrus M16, dan gejalanya muncul bertahap: suhu naik, frame rate game turun, lalu perangkat beberapa kali crash dan restart sendiri.

Gejala Awal: Panas, FPS Turun, Lalu Crash Berulang

Pemilik laptop awalnya hanya merasakan performa yang makin lama makin tidak konsisten. Game yang biasanya berjalan lancar mulai tersendat, dan suhu terus merangkak naik meski beban kerja tidak berubah. Puncaknya, laptop restart sendiri tanpa peringatan.

Setelah dibongkar, sumber masalahnya terlihat jelas. Liquid metal pada CPU sudah keluar dari area yang seharusnya dan menyentuh bagian heatsink. Akibatnya muncul korosi, dan bagian pelindung CPU nyaris ikut terkikis. Kondisi ini membuat perpindahan panas dari chip ke heatsink tidak lagi efisien.

Kenapa FPS Bisa Naik Tiga Kali Lipat

Angka lonjakan FPS sampai tiga kali lipat terdengar berlebihan, tapi penjelasannya masuk akal. Sebelum diperbaiki, Core i9-12900H yang ada di laptop ini mengalami thermal throttling parah. Suhu yang terlalu tinggi memaksa prosesor menurunkan clock secara agresif demi melindungi diri, sehingga frame rate jatuh jauh di bawah kemampuan aslinya.

Begitu liquid metal bermasalah dibersihkan dan diganti thermal paste GD900, suhu kembali normal. Prosesor tidak lagi menahan diri, crash hilang, dan performa game kembali ke level yang seharusnya. Jadi bukan thermal paste-nya yang "ajaib", melainkan kondisi sebelumnya yang sudah sangat buruk.

Liquid Metal Bukan Selalu Buruk

Kasus ini tidak serta-merta berarti liquid metal adalah pilihan yang salah. ASUS memang memakai material tersebut di sejumlah laptop gaming dan mengklaim sudah merancang sistem anti-bocor plus proses aplikasi otomatis untuk menekan risikonya.

Yang perlu dicatat, kegagalan seperti ini biasanya baru muncul setelah pemakaian panjang dan tidak bisa digeneralisir ke semua unit. Artinya, satu kasus bocor tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh laptop dengan liquid metal akan bermasalah.

Peringatan ASUS soal Bongkar Sendiri

Bagi pengguna yang mengalami gejala serupa, terutama pada laptop yang sudah lewat masa garansi, mengganti ke thermal paste bisa jadi solusi yang layak dipertimbangkan. Tapi ada catatan penting dari ASUS.

Pabrikan mengingatkan agar pengguna tidak membongkar modul liquid metal sendiri. Material ini bersifat konduktif, dan kalau sampai mengenai komponen kelistrikan di dalam board, risikonya bukan cuma panas berlebih, tapi korsleting yang bisa merusak perangkat secara permanen.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ikut Mencoba

  • Kerusakan akibat liquid metal bocor umumnya baru terlihat setelah pemakaian lama, bukan pada unit baru
  • Gejala khasnya: suhu naik, FPS turun, lalu crash atau restart sendiri berulang
  • Penggantian ke thermal paste hanya masuk akal jika garansi sudah habis dan risikonya dipahami
  • Untuk unit yang masih bergaransi, serahkan ke service center resmi daripada membongkar sendiri

Kesimpulan

Kasus ASUS ROG Zephyrus M16 ini menunjukkan bahwa komponen pendingin sekalipun bisa jadi titik lemah setelah pemakaian bertahun-tahun. Lonjakan FPS tiga kali lipat bukan bukti keunggulan thermal paste biasa, melainkan cerminan seberapa parah throttling yang terjadi sebelumnya.

Kalau laptop gaming Anda mulai menunjukkan gejala serupa, jangan buru-buru menyalahkan driver atau game-nya. Cek dulu kondisi termal dan pendinginnya, dan pastikan penanganannya dilakukan oleh pihak yang paham risiko material konduktif sebelum memutuskan membongkar sendiri.

Sumber: jagatreview.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks