Pencarian

Morinaga Dunia Generasi Platinum di Jogja, 500 Anak Ikut Kompetisi

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 09:01:31 WIB
Morinaga Dunia Generasi Platinum di Jogja, 500 Anak Ikut Kompetisi
Anak-anak mengikuti rangkaian kompetisi Morinaga Dunia Generasi Platinum di Pakuwon Mall Yogyakarta.

LINKARFAKTA.COM — Lebih dari 500 anak diprediksi mengikuti rangkaian kompetisi Morinaga Door Of Future "Dunia Generasi Platinum Advance Intelligence Lab" di Pakuwon Mall Yogyakarta, 9-11 Oktober 2026. Ajang ini menggabungkan nutrisi dan stimulasi lewat lomba dance, menggambar, sains, hingga talkshow bersama para ahli untuk memetakan potensi si kecil.

Beragam aktivitas edukatif dan kompetisi disiapkan panitia. Mulai dari School Dance Competitions, Future Icon Dance Competitions, Future Icon Drawing Competitions, Future Icons Science & Technology, hingga Future Icons Coloring Competitions.

Nutrisi Saja Tidak Cukup, Stimulasi Juga Perlu

Brand Manager Morinaga Soya, Betzylia Wahyuningsih, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk dedikasi Morinaga dalam mendukung generasi masa depan. Menurutnya, pengembangan potensi anak butuh dua hal sekaligus: nutrisi dan stimulasi yang tepat.

"Kita ingin agar nanti apa pun yang kita lakukan sekarang itu kita percaya bahwa untuk jadi future leader itu perlu ada namanya beyond nutrition, di mana itu perlu ada gabungan antara nutrisi, yaitu yang terpercaya pastinya, dikombinasikan dengan stimulasi agar bisa mencapai potensi terbaiknya si kecil di masa depan," kata Betzylia saat ditemui di lokasi, Jumat (9/10/2026).

Konsep ini sejalan dengan kebutuhan anak usia dini. Pemberian makanan bergizi seimbang perlu dibarengi rangsangan lewat permainan, interaksi, dan eksplorasi agar kemampuan kognitif serta sosialnya tumbuh optimal.

Kompetisi Berbasis Kecerdasan Majemuk

Morinaga mengangkat konsep multiple intelligence atau kecerdasan majemuk dalam setiap lomba. Betzylia menyebut ada delapan jenis kecerdasan ditambah satu kategori lain yang jadi dasar berbagai permainan dan kompetisi.

Beberapa aspek yang dikembangkan antara lain logika matematika, verbal, dan kinestetik. Penilaian disesuaikan dengan jenis kompetisi dan aspek kecerdasan yang ingin dilatih, dengan melibatkan juri ahli di bidangnya.

"Jadi sebenarnya initiate-nya adalah kita punya kegiatan yang namanya Future Icon. Kita mau ngelihatin siapa sih ini calon future leader generation kita," jelas Betzylia.

Konsep kecerdasan majemuk sendiri pertama kali diperkenalkan psikolog Howard Gardner. Gagasannya sederhana: setiap anak punya kekuatan berbeda, dan tugas orang tua adalah menemukan jalur yang paling pas untuknya, bukan memaksakan satu ukuran yang sama.

Hadiah hingga Exclusive Camp di Jakarta

Selain kompetisi, panitia menyiapkan beragam hadiah bagi peserta. Hadiah langsung yang bisa diperoleh pemenang di antaranya uang tunai dengan total jutaan rupiah, produk, piala, dan sertifikat.

"Hadiahnya nih bisa dapetin exclusive camp. Exclusive camp-nya nanti bareng sama expert, kemudian barengan sama eh artis atau misalnya figur gitu ya, yang mereka bisa menjadi tutornya dan mereka akan kolaborasi bikin suatu karya tertentu," tutur Betzylia.

Di kegiatan tersebut, anak-anak akan berkolaborasi menghasilkan karya dan menampilkan kemampuan mereka lewat sebuah pertunjukan. Morinaga juga menyediakan beasiswa pendidikan sebagai bagian dari hadiah yang disiapkan.

Rangkaian acara ini bukan titik akhir. Morinaga menyebut kegiatan serupa digelar di lebih dari 10 titik di berbagai kota.

"Hadiah setelah ini, tadi aku bilang kita punya namanya Future Icon. Jadi dari berbagai titik kita yang punya activity Dunia Generasi Platinum ini, kita totalnya lebih dari 10 titik. Dari 10 titik ini nanti akan kita lombakan secara nasional pemenang di masing-masing tempatnya, dan akan diajak ke Jakarta!" tutup Betzylia.

Yang Bisa Ibu Lakukan di Rumah

Tak harus menunggu ajang kompetisi untuk melatih kecerdasan majemuk anak. Ibu bisa memulainya dari kegiatan sehari-hari di rumah dengan cara yang sederhana.

  • Ajak anak bercerita tentang kegiatannya hari ini untuk melatih kecerdasan verbal.
  • Beri permainan hitung sederhana saat menyiapkan makan atau merapikan mainan untuk melatih logika matematika.
  • Biarkan anak menari, melompat, atau bermain di luar ruangan untuk mengasah kinestetiknya.
  • Sediakan krayon dan kertas agar anak bebas menggambar sesuai imajinasinya.

Yang terpenting, dampingi anak tanpa membandingkan dengan teman sebayanya. Setiap anak punya kecepatan dan minat berbeda, dan peran ibu adalah menemani prosesnya, bukan mengejar hasil.

Sumber: health.detik.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks