LINKARFAKTA.COM — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai potensi wisata olahraga di Indonesia masih sangat besar dan belum tergarap maksimal. Penilaian itu disampaikan saat peluncuran "Buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata" di Jakarta. Peluncuran buku ini menandai upaya mendokumentasikan dampak event balap kelas dunia terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Buku tersebut merangkum bagaimana penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, berdampak pada ekonomi, citra, dan pariwisata Indonesia. Peluncuran ini juga menjadi penanda bahwa event balap internasional tidak berhenti pada urusan lintasan, tetapi menyentuh sektor lain di sekitarnya.
Mengapa Wisata Olahraga Jadi Sorotan
Wisata olahraga menggabungkan dua hal sekaligus: perhelatan kompetisi dan perjalanan wisata. Penonton yang datang ke sebuah event biasanya menginap, makan di restoran lokal, membeli suvenir, dan menyempatkan diri mengunjungi destinasi sekitar.
Pola itu yang membuat wisata olahraga dianggap punya efek berganda. Bukan hanya tiket yang terjual, tetapi juga belanja harian wisatawan selama berada di lokasi acara.
MotoGP Mandalika menjadi contoh nyata bagaimana satu event bisa menarik perhatian internasional ke Lombok. Liputan media asing, kunjungan wisatawan mancanegara, dan peningkatan okupansi hotel menjadi bagian dari dampak yang ingin didokumentasikan lewat buku tersebut.
Ragam Event Olahraga yang Bisa Dikembangkan
Indonesia punya banyak cabang olahraga yang berpotensi dikemas sebagai paket wisata. Selain balap motor, ada sejumlah event lain yang bisa menarik kunjungan wisatawan:
- Balap motor internasional seperti MotoGP Mandalika di Lombok, NTB
- Event lari maraton di kota-kota dengan pemandangan alam khas
- Kompetisi selancar di pantai-pantai populer
- Turnamen golf di kawasan pegunungan
- Event sepeda lintas alam di daerah dengan rute menantang
Setiap jenis event membutuhkan pendekatan berbeda, mulai dari kesiapan infrastruktur hingga promosi ke pasar yang tepat.
Dampak Ekonomi dan Citra Daerah
Penyelenggaraan event berskala internasional memberi dua manfaat sekaligus bagi daerah tuan rumah. Pertama, dampak ekonomi langsung dari belanja wisatawan selama acara berlangsung. Kedua, dampak citra jangka panjang ketika nama daerah tersebut muncul di pemberitaan global.
Mandalika menjadi studi kasus yang menarik karena berhasil menarik perhatian dunia ke Lombok, daerah yang sebelumnya lebih dikenal lewat destinasi seperti Gili Trawangan dan Gunung Rinjani. Kehadiran sirkuit kelas dunia menambah alasan bagi wisatawan untuk datang ke kawasan itu.
Kendala yang Masih Dihadapi
Meski potensinya besar, pengembangan wisata olahraga tidak selalu mulus. Beberapa tantangan yang kerap muncul antara lain kesiapan akomodasi, akses transportasi menuju lokasi, dan konsistensi penyelenggaraan event dari tahun ke tahun.
Selain itu, promosi ke pasar internasional membutuhkan strategi jangka panjang. Wisatawan asing perlu alasan kuat untuk memilih Indonesia dibandingkan negara lain yang juga menawarkan event olahraga serupa.
Langkah Selanjutnya
Peluncuran buku MotoGP Mandalika 2025 diharapkan menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan dalam merancang event olahraga berikutnya. Dokumentasi semacam ini membantu melihat apa yang sudah berjalan baik dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.
Bagi wisatawan yang tertarik mengikuti event olahraga di Indonesia, informasi jadwal, tiket, dan akomodasi sebaiknya dikonfirmasi langsung melalui kanal resmi penyelenggara atau dinas pariwisata setempat. Sebab, detail teknis seperti harga tiket dan tanggal pelaksanaan bisa berubah mengikuti kesiapan panitia.
Durasi ideal untuk menikmati sebuah event olahraga sekaligus menjelajah destinasi sekitar adalah tiga hingga empat hari, cukup untuk menonton acara utama tanpa melewatkan wisata di daerah tuan rumah.