LINKARFAKTA.COM — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ditutup di level Rp2,613 juta per gram pada Sabtu 26 September, turun Rp15.000 atau sekitar 0,57 persen dibanding posisi awal pekan. Penurunan itu terjadi setelah harga bergerak fluktuatif sepanjang pekan, sempat menyentuh level tertinggi Rp2,630 juta per gram pada Rabu lalu.
Pada perdagangan terakhir pekan, harga emas Antam justru melonjak Rp23.000 per gram dalam sehari. Kenaikan itu memangkas sebagian besar tekanan yang terjadi pada Kamis dan Jumat, meski belum cukup mengembalikan posisi emas ke level awal pekan.
Perjalanan Harga Sehari-hari
Pergerakan harga emas Antam sepanjang 21-26 September berlangsung naik-turun. Pada Senin 21 September, harga turun Rp10.000 menjadi Rp2,628 juta per gram. Tekanan berlanjut keesokan harinya, Selasa 22 September, meski lebih tipis, yaitu turun Rp1.000 menjadi Rp2,627 juta per gram.
Harga kemudian berbalik menguat pada Rabu 23 September, naik Rp3.000 menjadi Rp2,630 juta per gram. Level itu menjadi yang tertinggi sepanjang pekan.
Penguatan tersebut tidak bertahan lama. Pada Kamis 24 September, harga emas Antam kembali turun Rp25.000 menjadi Rp2,605 juta per gram. Penurunan itu menjadi yang terdalam sepanjang pekan.
Tekanan berlanjut pada Jumat 25 September. Harga kembali terkoreksi Rp15.000 menjadi Rp2,590 juta per gram, sekaligus menjadi level terendah selama periode perdagangan tersebut.
Rentang Pergerakan Capai Rp40.000 per Gram
Secara keseluruhan, harga tertinggi emas Antam sepanjang periode 21-26 September tercatat Rp2,630 juta per gram pada Rabu 23 September. Sementara harga terendah berada di level Rp2,590 juta per gram pada Jumat 25 September.
Dengan demikian, rentang pergerakan harga emas Antam selama sepekan mencapai Rp40.000 per gram. Pola itu menunjukkan harga sempat menguat di pertengahan pekan sebelum kembali tertekan dan kemudian rebound pada perdagangan terakhir.
Meski penguatan Sabtu cukup besar, harga penutupan belum mampu mengembalikan posisi emas ke level awal pekan. Bagi investor emas batangan, fluktuasi sepekan ini menjadi pengingat bahwa harga logam mulia bergerak dinamis mengikuti sentimen pasar harian.