Pencarian

Harga Emas Spot Turun 0,4% ke US$4.282 Jelang Rapat The Fed

Rabu, 16 September 2026 • 08:48:31 WIB
Harga Emas Spot Turun 0,4% ke US$4.282 Jelang Rapat The Fed
Harga emas spot melemah 0,4% menjadi US$4.282,49 per troy ounce pada Selasa (15/9).

LINKARFAKTA.COMHarga emas di pasar spot melemah 0,4% menjadi US$4.282,49 per troy ounce pada Selasa (15/9) pukul 11.10 GMT. Penurunan ini dipicu penguatan dolar AS dan kenaikan yield obligasi pemerintah menjelang pengumuman kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Pelaku pasar kini menantikan keputusan bank sentral tersebut untuk menentukan arah pergerakan logam mulia berikutnya.

Pelemahan harga emas terjadi setelah data menunjukkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS semakin menguat. Kondisi ini mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, sehingga membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas kurang menarik bagi investor.

Tekanan dari Penguatan Dolar dan Yield Obligasi

Dolar AS yang menguat otomatis membuat harga emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Pada saat bersamaan, yield Treasury AS tenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi sejak 2007.

Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, menjelaskan bahwa tekanan terhadap harga emas berasal dari kombinasi beberapa faktor makroekonomi. Ia menyebutkan adanya kenaikan harga minyak, ekspektasi kenaikan suku bunga AS, penguatan dolar, serta kenaikan yield obligasi jangka panjang.

"Tekanan terhadap harga emas berasal dari kombinasi kenaikan harga minyak, ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada Rabu (16/9) yang hampir sepenuhnya tercermin di pasar, penguatan dolar AS, serta kenaikan yield obligasi jangka panjang," kata Ole Hansen.

Peluang Kenaikan Suku Bunga Capai 92%

The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada Rabu (16/9) pukul 18.00 GMT. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin mencapai 92%.

Ekspektasi ini sejalan dengan langkah sejumlah bank besar Wall Street yang mulai mengambil sikap hawkish. Morgan Stanley, misalnya, memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada September dan Desember mendatang.

Hansen menambahkan bahwa harga emas perlu kembali menembus level US$4.440 per troy ounce untuk meredakan tekanan penurunan yang sedang berlangsung saat ini.

Dampak Konflik Geopolitik terhadap Minyak

Sementara emas tertekan, harga minyak justru naik hampir 2% akibat kekhawatiran gangguan pasokan global. Serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi membuat jaringan pipa East-West tidak beroperasi.

Menurut pejabat Yaman, Kelompok Houthi yang didukung Iran kembali melancarkan serangkaian serangan terhadap Arab Saudi. Mereka juga memperkuat posisi di sepanjang pesisir barat Yaman yang menghadap Laut Merah, memicu keraguan atas upaya mengurangi risiko gangguan pelayaran di kawasan Teluk.

Pergerakan Logam Mulia Lainnya

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun tipis 0,1% menjadi US$63,16 per troy ounce. Sebaliknya, platinum mencatatkan kenaikan 0,4% ke level US$1.765,70.

  • Emas Spot: US$4.282,49 (-0,4%)
  • Emas Berjangka AS: US$4.323,30 (-0,7%)
  • Perak Spot: US$63,16 (-0,1%)
  • Platinum: US$1.765,70 (+0,4%)
  • Palladium: US$1.293,95 (+0,1%)

Sebagai catatan historis, harga emas sempat menyentuh level terendah sejak 7 Agustus pada Senin (14/9). Investor disarankan memantau hasil rapat The Fed sebagai katalis utama pergerakan harga dalam jangka pendek.

Sumber: idnfinancials.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks