Pencarian

Ganti Rugi AI Anthropic Rp 24,7 Triliun Dipersoalkan Para Penulis

Senin, 07 September 2026 • 06:22:02 WIB
Ganti Rugi AI Anthropic Rp 24,7 Triliun Dipersoalkan Para Penulis
Penulis protes klaim sepihak penerbit atas dana ganti rugi AI Anthropic yang mencapai Rp 24,7 triliun.

LINKARFAKTA.COMSebanyak 500.000 judul buku terdaftar sebagai karya yang digunakan tanpa izin dalam pelatihan model AI milik Anthropic. Berdasarkan kesepakatan damai gugatan class action yang disahkan Juli lalu, Anthropic wajib membayar kompensasi 3.000 dolar AS (sekitar Rp 49,5 juta) per buku yang dibajak.

Kompensasi tersebut seharusnya dibagi rata 50:50 antara penulis dan penerbit jika buku masih aktif dicetak. Jika hak penerbitan telah dikembalikan kepada penulis atau buku diterbitkan secara mandiri, penulis berhak menerima 100 persen dana ganti rugi.

Namun, realisasi pencairan dana tersebut menuai protes dari para kreator konten tertulis.

Klaim Sepihak dan Kekacauan Arsip Penerbit

Penulis novel April Henry mengungkapkan bahwa penerbit HarperCollins mengajukan klaim atas bukunya yang hak ciptanya telah kembali ke tangannya sejak 17 tahun lalu.

“WTF is HarperCollins playing at? They claimed one of my books on the Anthropic Settlement that reverted back at least 17 years ago AND on the same day I got a credit alert saying they had been added as my employer! (which they never were),” tulis April Henry lewat akun media sosialnya.

Victoria Strauss dari situs advokasi Writers Beware mencatat dua pola masalah utama. Penerbit menuntut royalti atas buku yang haknya sudah kadaluwarsa, atau meminta porsi penuh 100 persen padahal jatah resminya hanya separuh.

Sejumlah penerbit berdalih kesalahan administratif tersebut bersumber dari sistem pencatatan data lama yang buruk, bukan tindakan sengaja.

“I’m reluctant to attribute to malice what can be plausibly explained by poor recordkeeping,” kata Strauss.

Meski begitu, Strauss menilai lonjakan laporan identik dari banyak penulis menunjukkan kegagalan sistemik yang masif, bukan sekadar kendala teknis minor.

Agensi Penulis Ikut Meminta Bagian

Persoalan pembagian kompensasi kian rumit setelah sejumlah agensi literatur turut mengajukan klaim pembayaran atas karya-karya klien mereka. Praktik ini dinilai janggal karena agensi pada dasarnya bukan pemegang lisensi hak cipta.

Penulis sekaligus mantan akademisi hukum, Courtney Milan, menyuarakan kritik tajam terkait manuver pihak perantara tersebut.

“Apparently some agents are trying to claim percentages on the Anthropic settlement, and I do not REMOTELY think they should do this, what the fuck, stop that shit!” tulis Milan lewat platform Bluesky.

CEO Authors Guild Mary Rasenberger menyebut kisruh ini adalah dampak langsung dari proses klaim yang membingungkan serta riwayat inventaris dokumen penerbitan yang usang.

“I don’t see this as a grab by the publishers,” ujar Rasenberger kepada The New York Times, seraya menambahkan bahwa pihaknya tidak melihat niat curang yang disengaja.

Batas Waktu Hak Cipta dan Mekanisme Sanggahan

Penulis yang dirugikan kini mulai menempuh mekanisme sanggahan resmi yang disediakan pengelola dana ganti rugi Anthropic. Authors Guild bersama komunitas penulis merilis petunjuk sengketa kepemilikan dana.

Aturan penyelesaian menetapkan satu parameter penting: tanggal unduh data. Penulis hanya bisa mengklaim 100 persen dana ganti rugi apabila hak cipta buku telah resmi kembali ke tangan mereka sebelum 10 Agustus 2022.

Penyelesaian sengketa hak cipta Anthropic ini menjadi acuan hukum krusial bagi startup pengembang model fondasi AI global. Perusahaan teknologi kini berada di bawah pengawasan ketat terkait akuntabilitas kompensasi kepada pemilik konten asli.

Sumber: techcrunch.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks