LINKARFAKTA.COM — InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) resmi meluncurkan program penjualan tiket terintegrasi untuk MotoGP Mandalika 2026. Kerja sama dengan PT Aero Globe Indonesia, anak perusahaan Garuda Indonesia, diumumkan Chairman Grand Prix of Indonesia 2026, Troy R. Warokka, Senin (31/8). Skema ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan yang ingin menonton balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok.
Komponen Paket dan Kategori Tiket Tambahan
Paket yang ditawarkan mencakup tiket pesawat Garuda Indonesia rute Jakarta–Lombok pulang-pergi, tiket balapan MotoGP selama tiga hari di kategori Premium Grandstand, serta akomodasi hotel dan layanan transportasi. Troy mengungkapkan harga paket mulai dari Rp 7,58 juta per orang untuk layanan dasar.
Penonton yang ingin meningkatkan kelas tiket atau upgrade memiliki sejumlah opsi biaya tambahan:
- Rp 1,75 juta untuk upgrade ke tiket Premium Grandstand A
- Rp 7,75 juta untuk akses VIP Luxury Tent
- Rp 15 juta untuk VIP Hospitality Deluxe
- Rp 25 juta untuk VIP Hospitality Premiere
Strategi Perpanjang Durasi Kunjungan Wisatawan
Program bundling ini bukan sekadar mempermudah pembelian tiket. ITDC menargetkan peningkatan length of stay wisatawan yang berkunjung ke Mandalika. Dengan layanan transportasi dan akomodasi dalam satu paket, wisatawan diharapkan lebih lama berada di Lombok dan meningkatkan belanja pariwisata.
"Kehadiran berbagai pilihan paket tersebut bisa memberikan alternatif yang lebih praktis bagi wisatawan dalam merencanakan perjalanan ke Mandalika," jelas Troy dalam keterangan resminya. Ia menambahkan bahwa integrasi layanan ini merupakan pendekatan From Event to Ecosystem, menempatkan MotoGP bukan sekadar ajang balapan tiga hari.
Dampak terhadap Ekosistem Pariwisata Lokal
Keterlibatan Garuda Indonesia sebagai mitra strategis menandai pergeseran pola penjualan tiket event internasional di Indonesia. Sebelumnya, tiket MotoGP Mandalika lebih banyak dijual satuan tanpa paket perjalanan terintegrasi. Kini, wisatawan bisa merencanakan seluruh rangkaian perjalanan dalam satu transaksi, termasuk kebutuhan transportasi udara dan penginapan.
Langkah ini juga menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha lokal di Lombok. Arus wisatawan yang datang dengan paket terstruktur berpotensi memperpanjang masa tinggal mereka di luar hari balapan, yang pada gilirannya menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, dan transportasi darat. Mandalika sendiri telah menjadi salah satu destinasi prioritas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam kalender event internasional tahun depan.