LINKARFAKTA.COM — Perintah tersebut ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri Doug Burgum agar memperbarui basis data Geographic Names Information Service (Layanan Informasi Nama Geografis). Trump menegaskan langkah ini bukan dimaksudkan sebagai pesan politik, meski diakui berada di tengah eskalasi sengketa dagang yang memanas.
Klaim Kerugian Dagang dan Kritik terhadap Kanada
Di sela penandatanganan, Trump kembali melontarkan kritik tajam terhadap praktik perdagangan Kanada. Ia menyebut Negeri Daun Maple telah "memanfaatkan kita secara tidak adil sejak lama" dan dinilai gagal berkontribusi memadai terhadap pertahanan kawasan Amerika Utara.
"Rata-rata, selama 15 tahun terakhir, kita merugi lebih dari 60 miliar dolar per tahun karena menanggung beban terkait Kanada," klaim Trump. "Kita tidak bisa lagi melakukannya," tandasnya di hadapan awak media.
Ancaman Tarif Baru untuk Industri Otomotif
Presiden AS juga mengancam akan mengenakan tarif besar terhadap mobil-mobil buatan Kanada. Kebijakan ini dirancang untuk mendorong produsen kendaraan memindahkan pabriknya ke Amerika Serikat, menyusul kegagalan negosiasi yang memicu Washington memberlakukan bea masuk baru atas sejumlah barang Kanada.
"Kami tidak ingin mereka membuat mobil untuk Amerika Serikat. Sangat sederhana," ujarnya. "Para pejabat Kanada telah memperlakukan kami dengan sangat buruk. Kita tidak bisa membiarkan situasi ini terus berlanjut selama beberapa dekade; hal ini harus dihentikan," tegasnya.
Preseden Perubahan Nama dan Wacana Samudra
Langkah ini bukan yang pertama bagi pemerintahan Trump. Ia membandingkan keputusan tersebut dengan penggantian nama Teluk Meksiko menjadi "Teluk Amerika" yang sebelumnya menuai kontroversi internasional. Trump bahkan membuka wacana mengubah nama Samudra Atlantik dan Pasifik.
"Seperti yang Anda tahu, kami mengambil wilayah yang disebut Teluk Meksiko, lalu kami mengubah namanya, dan kini wilayah itu secara rutin disebut sebagai Teluk Amerika," katanya. "Yang kita butuhkan hanyalah sebuah samudra. Jadi mungkin kita harus mengubah nama Atlantik dan/atau Pasifik. Mungkin kita akan mengubah nama keduanya," tandasnya.
Penandatanganan perintah eksekutif ini terjadi setelah Washington memberlakukan tarif baru yang segera dibalas Ottawa dengan kebijakan serupa. Eskalasi ini menandai titik terendah hubungan bilateral kedua negara yang selama ini menjadi mitra dagang utama.