Dinas Pariwisata (Dispar) Bali memastikan Pulau Dewata tetap aman dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman) di tengah peringatan kesehatan yang dikeluarkan otoritas Amerika Serikat terkait virus Zika. Kepala Dispar Bali I Wayan Sumarajaya menegaskan hingga saat ini belum ada laporan kasus infeksi virus Zika di seluruh wilayah Bali, Minggu (10/8). Peringatan tersebut hanya bersifat imbauan kewaspadaan ekstra, bukan larangan berkunjung atau travel ban.
DENPASAR — Kepala Dispar Bali I Wayan Sumarajaya menegaskan pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk memastikan situasi terkini di lapangan. Berdasarkan penjelasan resmi otoritas kesehatan, tidak ditemukan adanya laporan kasus infeksi virus Zika di seluruh wilayah Bali.
"Saya berharap para wisatawan tidak takut untuk datang ke Bali, karena Bali aman dan nyaman untuk berlibur," ujar Sumarajaya di Denpasar, Minggu.
Peringatan CDC AS: Kewaspadaan Ekstra, Bukan Larangan Berkunjung
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menerbitkan Travel Health Notice Level 2 untuk Indonesia dengan perhatian khusus pada Pulau Bali per 7 Agustus 2026. Status Level 2 (Practice Enhanced Precautions) ini menegaskan perlunya meningkatkan kewaspadaan, namun berbeda dari Level 3 yang mengimbau pertimbangan ulang perjalanan maupun Level 4 yang melarang seluruh perjalanan tidak mendesak.
Imbauan tersebut dikeluarkan menyusul adanya laporan kasus Zika pada pelaku perjalanan yang kembali dari Bali. Dalam peringatannya, CDC menerangkan infeksi virus Zika umumnya menimbulkan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala, seperti demam, ruam, sakit kepala, nyeri sendi, maupun mata merah.
Belum Ada Laporan Kasus di Bali, Pencegahan Serupa DBD
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Gusti Ayu Raka Susanti memastikan sampai saat ini tidak ada temuan kasus Zika di Bali. Meski demikian, ia mengingatkan Bali sebagai daerah beriklim tropis tetap memerlukan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan melalui vektor nyamuk.
"Kalau di Bali sendiri belum ada laporan kasus Zika, tapi karena negara tropis, jadi wisatawan diimbau untuk waspada bila bepergian, itu suatu hal yang wajar," kata Raka.
Pencegahan Zika pada prinsipnya serupa dengan penanganan demam berdarah dengue (DBD), yaitu menghindari gigitan nyamuk Aedes yang bertindak sebagai vektor penularan. CDC juga mengingatkan potensi penularan seksual, sehingga wisatawan diminta mengambil langkah pencegahan ganda.
Perhatian Khusus untuk Ibu Hamil
Perhatian khusus diberikan kepada wanita hamil atau yang merencanakan kehamilan karena potensi risiko cacat lahir pada janin. CDC menyarankan kelompok ini untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum melakukan perjalanan ke daerah berisiko.
Sumarajaya mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan pelaku usaha jasa pariwisata di Bali untuk konsisten memberikan pelayanan terbaik dengan memprioritaskan standar kesehatan, kebersihan, serta kenyamanan para pelancong. "Karena kita berada di negara tropis, penting untuk pencegahan, sama seperti DBD, jadi wisatawan tetap waspada agar terhindar dari gigitan nyamuk," ujarnya.