BNPB Kerahkan 9 Helikopter Water Bombing untuk Karhutla di Kalbar, 3 Chinook Jepang Menyusul Pekan Depan

Sembilan helikopter water bombing disiagakan BNPB untuk mendukung pemadaman karhutla di Kalimantan Barat.
Penulis: Doni
Jumat, 04 September 2026 | 16:55:01 WIB

KUBU RAYA — Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan Barat kini didukung sembilan helikopter water bombing yang siaga di sejumlah titik. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut jumlah ini yang terbesar di antara provinsi lain yang menjadi prioritas penanganan karhutla nasional.

“Heli water bombing-nya sembilan ini sekarang di Kalimantan Barat, terbanyak dibandingkan provinsi-provinsi lain,” ujarnya dalam keterangan di Kubu Raya, Jumat (4/9/2026).

Seluruh helikopter tersebut dalam kondisi siap digunakan. Tidak ada satupun armada yang sedang menjalani perawatan atau perbaikan.

Tiga Chinook dari Jepang Tiba Pekan Depan

Kalbar tidak hanya mendapat sokongan dari dalam negeri. Tiga helikopter Chinook bantuan Tentara Bela Diri Jepang dijadwalkan tiba pada 9 atau 10 September 2026. Dengan begitu, total armada udara yang dikerahkan untuk operasi karhutla di provinsi itu menjadi 12 unit.

“Tanggal 9 kayaknya sudah, tanggal 10 sudah, hari Rabu kita terima ya Pak Pangdam nanti. Langsung diserahkan dari Kemhan ke Mabes TNI dan BNPB suratnya itu, baru saya terima suratnya. Berarti kan sudah 12 itu,” ungkap Suharyanto.

Proses serah terima akan melibatkan Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, dan BNPB sebelum helikopter-helikopter itu diterjunkan ke lokasi terdampak.

Kenapa Helikopter Bukan Andalan Utama?

Meski armada udara diperkuat, Suharyanto menegaskan Satgas Darat tetap menjadi tumpuan utama operasi pemadaman. Alasannya berkaitan dengan karakteristik lahan yang terbakar di Kalbar.

Water bombing dinilai paling efektif untuk memadamkan api di lahan mineral. Sementara pada lahan gambut, api sering bertahan di bawah permukaan tanah dan berpotensi menyala kembali setelah pemadaman dari udara.

“Untuk operasi penanganan karhutla ini Satgas Darat memang menjadi tumpuan utama,” katanya.

802 Hektare Terbakar, Separuh Lebih Berhasil Dipadamkan

Data operasi sebelumnya mencatat luas lahan yang terbakar mencapai 802,17 hektare. Dari jumlah tersebut, Satgas Darat berhasil memadamkan api di area seluas 429,90 hektare.

Suharyanto berharap tambahan dukungan udara mampu mempercepat pemadaman di wilayah yang masih dilanda karhutla dan meringankan beban kerja satuan di lapangan.

“Mudah-mudahan ini bisa membantu Satgas di bawah ini untuk melaksanakan tugas,” harapnya.

Reporter: Doni