Komisi IV DPR Minta Way Kambas Evaluasi Sistem Pencegahan Karhutla, Bukan Sekadar Padamkan Api
BANDARLAMPUNG — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A Rozak menegaskan bahwa upaya pemadaman api saat karhutla terjadi di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) tak lagi cukup. Ia mendorong pengelola untuk mengevaluasi sistem pencegahan agar kebakaran tidak terulang setiap tahun.
"Kalau setiap tahun kita hanya sibuk memadamkan api, berarti ada persoalan dalam sistem pencegahannya yang harus dievaluasi," ujarnya dalam keterangan di Bandarlampung, Jumat.
Karhutla Mengancam Pakan Gajah Sumatera
Hanan menjelaskan, dampak karhutla di kawasan konservasi tidak sekadar merusak vegetasi. Lebih jauh, kebakaran mengancam ruang hidup dan ketersediaan pakan Gajah Sumatera yang dilindungi di TNWK.
Untuk itu, penanganan karhutla harus dilakukan dari hulu. Langkah yang disarankan mencakup deteksi dini, kesiapan personel, pemantauan kawasan secara berkala, hingga keterlibatan aktif masyarakat setempat dalam menjaga kawasan.
Rehabilitasi di Kawasan Terdampak
Selain pencegahan, Komisi IV DPR RI menekankan pentingnya pemulihan ekosistem secara terencana. Kejelasan jenis tanaman untuk rehabilitasi, luas area terdampak, hingga pengawasan berkala menjadi poin yang disoroti dalam kunjungan tersebut.
Dalam kunjungan kerja spesifik masa sidang I tahun sidang 2026–2027 itu, rombongan meninjau Command Center Plang Ijo serta Rumah Sakit Gajah Prof. Dr. Ir. H. Rubini Atmawidjaja. Mereka juga berdiskusi dengan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko, Kepala Balai TNWK MHD Zaidi, Wagub Lampung Jihan Nurlela, dan Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah.
3.083 Warga Desa Penyangga Dilibatkan dalam Ekonomi Alternatif
Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera TNWK Brigjen TNI Sriyanto menyebut pemberdayaan masyarakat desa penyangga menjadi kunci keberhasilan konservasi. Saat ini, sebanyak 3.083 warga telah dilibatkan dalam program ekonomi alternatif seperti pengelolaan homestay, UMKM kuliner, dan budi daya lebah.
Guna memperkuat pencegahan karhutla, Komite Gabungan bersama Kodam XXI/Raden Inten juga memberikan penyuluhan dan pelatihan penanggulangan karhutla serta pendeteksian dini. Bantuan peralatan pemadam atau alkon turut disalurkan kepada warga desa sekitar kawasan.
Kunjungan yang diikuti 16 anggota Komisi IV DPR RI dari berbagai fraksi tersebut sekaligus menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran di sektor kehutanan.