338 Kali Bencana Melanda Sumatera Utara Hingga Awal September, Cuaca Ekstrem dan Tanah Longsor Mendominasi
MEDAN — Rentetan bencana hidrometeorologi hingga vulkanik tercatat nyaris setiap pekan di Sumatera Utara sepanjang tahun ini. Data BPBD Sumut yang dihimpun hingga Jumat (4/9) menunjukkan frekuensi kejadian yang jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan potensi puncak musim hujan yang belum tiba.
Berdasarkan rekap BPBD Sumut, rincian 338 kejadian itu terdiri dari 73 banjir, 127 cuaca ekstrem, 86 tanah longsor, serta 47 kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sisanya merupakan satu kali erupsi Gunung Sinabung, satu gempa bumi, dua kekeringan, dan satu bencana non-alam.
Titik Panas Karhutla dan Peran Personel Gabungan di Samosir
Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih menyebut pihaknya bukan tim utama dalam pemadaman karhutla di Kabupaten Samosir, melainkan hanya mendampingi BPBD setempat.
"Alhamdulillah sudah dua minggu, baru semalam turun hujan. Hari ini juga agak mendung. Artinya ini akan kami pertimbangkan, akan kami tarik nanti mungkin personil kami dari sana untuk kami geser ke Sinabung," jelas Tuahta dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat siang.
Sepekan terakhir, titik api juga muncul di Padang Lawas dan Padang Lawas Utara. Meski potensi meluas dinilai kecil, koordinasi lintas kabupaten/kota terus diperkuat untuk mencegah api merambat ke wilayah lain.
Angin Puting Beliung Menerjang Medan, Binjai, dan Deli Serdang
Cuaca ekstrem yang mendominasi catatan BPBD Sumut sepanjang 2025 bukan hanya berupa hujan lebat. Fenomena angin puting beliung dalam beberapa hari terakhir menyebabkan kerusakan rumah di tiga wilayah, yaitu Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang.
Tuahta mengungkapkan bahwa laporan terakhir terkait puting beliung diterima dari Deli Serdang. Pihaknya masih melakukan asesmen untuk mendata jumlah rumah yang rusak serta kebutuhan logistik warga terdampak.
Fenomena ini mengindikasikan transisi musim yang tidak menentu. Warga di lereng-lereng bukit dan daerah aliran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi longsor susulan saat intensitas hujan meningkat.
Erupsi Sinabung dan Siaga Karo yang Belum Usai
Dari catatan vulkanik, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo tercatat mengalami satu kali erupsi dalam periode tersebut. Penanganan dampaknya menjadi prioritas bersama dengan karhutla dan cuaca ekstrem.
"Ada beberapa yang sedang terjadi. Contohnya kemarin itu ada karhutla di Samosir, kemudian karhutla di Padang Lawas, kemudian di Paluta," tuturnya.
BPBD Sumut berencana menggeser personel dari Samosir ke Karo apabila kondisi kabut asap sudah mereda dan hujan mulai turun merata. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapsiagaan di sekitar kawasan rawan erupsi tetap optimal.
Dengan distribusi bencana yang tersebar hampir merata di 33 kabupaten/kota, BPBD Sumut menegaskan pentingnya pengawasan berkelanjutan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Status siaga tidak hanya berlaku saat kejadian, tetapi juga pada tahap pencegahan dini.