Karhutla Ijen Meluas, BBKSDA Jatim Sebut Api Masuk TWA Kawah Ijen

Api karhutla di Pegunungan Ijen meluas hingga masuk ke kawasan TWA Kawah Ijen, dekat Pondok Bunder, Banyuwangi, Sabtu (5/9/2026).
Penulis: Rendra
Jumat, 04 September 2026 | 15:09:31 WIB

BANYUWANGI — Titik api karhutla di kawasan Pegunungan Ijen kian mendekati area paling vital bagi para penambang belerang. BBKSDA Jawa Timur mengonfirmasi kobaran api telah masuk ke TWA Kawah Ijen dan berada di dekat Pondok Bunder, Sabtu (5/9/2026). Lokasi tersebut merupakan tempat pemberhentian sekaligus penimbangan belerang terakhir sebelum penambang turun dari kawah.

Angin Kencang Menghambat Proses Pemadaman

Upaya pemadaman yang dilakukan sejak Jumat siang belum membuahkan hasil maksimal. Kondisi angin yang bertiup kencang di ketinggian membuat api cepat merambat dan sulit diprediksi arahnya.

"Hari ini api tambah membesar dan dekat, sudah masuk ke TWA dekat Pondok Bunder," kata Nur Patria Kurniawan.

Pondok Bunder berjarak sekitar 3 kilometer dari Pos Paltuding, pintu masuk utama pendakian menuju Kawah Ijen. Jika api terus meluas melewati titik ini, kawasan hutan lindung di sekitarnya ikut terancam.

Gotong Royong Pemadaman dari Berbagai Elemen

Pemadaman tidak hanya dilakukan petugas gabungan. Para pecinta alam, pelaku usaha wisata, hingga masyarakat sekitar turun langsung ke lapangan membantu memadamkan api. Mereka bergerak setelah mengikuti kegiatan bersih-bersih kawasan TWA Kawah Ijen yang digelar sebelumnya.

Namun, keterbatasan peralatan dan kuatnya hembusan angin membuat upaya manual tersebut belum mampu menjangkau seluruh titik api. "Setelah apel Ijen Rijig, teman-teman pecinta alam, pelaku usaha, masyarakat sekitar langsung melakukan pemadaman. Tapi memang tidak kuat karena anginnya kencang," ujar Nur.

Keselamatan Manusia Lebih Utama

BBKSDA Jawa Timur belum bisa memastikan kapan api akan sepenuhnya padam. Tim di lapangan masih terus memantau perkembangan karhutla untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Nur menegaskan bahwa keselamatan jiwa menjadi pertimbangan nomor satu dalam setiap upaya pemadaman. Masyarakat di sekitar kawasan Ijen diminta ikut mencegah meluasnya api, sementara wisatawan diminta bersabar dan menunda kunjungan hingga kawasan dinyatakan aman.

"Kawasan Ijen ini juga menjadi sumber penghidupan masyarakat dan pelaku usaha. Karena itu, penanganan kami upayakan agar api segera terkendali tanpa mengabaikan keselamatan," katanya. "Karena keselamatan menurut saya nomor satu."

Karhutla di Pegunungan Ijen sebelumnya mulai terdeteksi di kawasan Gunung Merapi Ungup-ungup. Kondisi cuaca kering dan angin kencang dalam beberapa pekan terakhir memperbesar potensi meluasnya kebakaran di kawasan konservasi tersebut.

Reporter: Rendra