Defisit Rp161 Miliar di RAPBD Perubahan Lamongan 2026, Prioritas Digeser ke JAMULA dan Lamongan Sehat

Bupati Lamongan Yohronur Efendi menghadiri Rapat Paripurna DPRD Lamongan terkait Rancangan Perubahan APBD 2026 di Gedung DPRD setempat, Rabu (2/9/2026).
Penulis: Farah
Rabu, 02 September 2026 | 19:04:31 WIB

LAMONGAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemkab Lamongan mengajukan Rancangan Perubahan APBD 2026 secara adaptif. Langkah ini ditempuh untuk menjaga kesehatan fiskal daerah, sekaligus memastikan pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Hal itu disampaikan Bupati Yohronur Efendi saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Lamongan di Gedung DPRD setempat, Rabu (2/9/2026).

Proyeksi Pendapatan dan Belanja Daerah

Dalam rancangan perubahan ini, pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp3,021 triliun. Angka ini turun Rp56,95 miliar atau 1,85 persen dari sebelumnya.

Di sisi lain, belanja daerah justru naik menjadi Rp3,183 triliun. Kenaikannya tercatat Rp29,47 miliar atau 0,93 persen.

Dengan skema tersebut, APBD Perubahan 2026 mengalami defisit sebesar Rp161,71 miliar.

“Penyesuaian anggaran kita lakukan agar target pembangunan dan pelayanan masyarakat tetap tercapai optimal,” ujar Pak Yes, sapaan akrab bupati.

Sektor Prioritas dalam Perubahan APBD

Perubahan APBD diarahkan pada empat sektor utama. Pertama, infrastruktur dan konektivitas melalui percepatan program JAMULA (Jalan Mantap Alus Lamongan).

Kedua, ketahanan pangan dan sumber daya alam. Alokasi difokuskan untuk normalisasi sungai, perbaikan waduk, irigasi, tanggul, dan drainase.

Ketiga, penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong UMKM dan ekonomi kreatif melalui perluasan akses pasar serta peningkatan daya saing.

Keempat, pengembangan sumber daya manusia. Program Perintis (Pendidikan Gratis untuk Keluarga Kurang Sejahtera) dan Lamongan Sehat kembali dilanjutkan.

Reporter: Farah