Pemkab Mojokerto Buka Job Fair 2026, 1.258 Lowongan Kerja Tersedia
Job Fair Kabupaten Mojokerto 2026 menjadi jembatan antara pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha di wilayah tersebut. Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, yang akrab disapa Gus Barraa, membuka langsung acara yang berlangsung di SMK Negeri 1 Jetis ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menekan angka pengangguran terbuka melalui misi pembangunan kemandirian ekonomi daerah.
Ragam Posisi yang Ditawarkan
Bidang pekerjaan yang tersedia cukup beragam dan menyasar kebutuhan industri saat ini. Berikut rincian posisi yang ditawarkan perusahaan peserta:
- Jasa Pemasaran: posisi untuk tenaga pemasaran produk dan jasa.
- Produksi: lowongan untuk operator dan staf produksi.
- Pemasaran Digital/Influencer: peluang bagi kreator konten dan tenaga pemasaran daring.
- Jasa Profesional: posisi yang membutuhkan keahlian spesifik di bidangnya.
- Penerjemah: lowongan untuk tenaga penerjemah bahasa asing.
- Instruktur: posisi pengajar atau pelatih di berbagai bidang keterampilan.
Profil Pencari Kerja yang Hadir
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 1.493 orang. Mayoritas pendaftar adalah laki-laki dengan persentase 67,6 persen atau sebanyak 1.010 orang, sementara sisanya 483 orang adalah perempuan.
Dari sisi asal daerah, pendaftar lokal Kabupaten Mojokerto mendominasi dengan 946 orang (63,4 persen). Sebanyak 547 pendaftar lainnya berasal dari luar daerah. Menariknya, lulusan SMK menjadi kelompok terbesar dengan jumlah 946 orang atau 63,3 persen dari total keseluruhan pencari kerja.
Komitmen Pemerintah dan Dunia Usaha
Gus Barraa menegaskan bahwa pertumbuhan investasi dan perkembangan dunia usaha memiliki kaitan erat dengan kondisi ketenagakerjaan. Semakin berkembang usaha, semakin besar peluang lapangan kerja yang terbuka. Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesempatan kerja agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesempatan kerja agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, bertanggung jawab memastikan masyarakat memperoleh kesempatan kerja dan penghidupan yang layak. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pendidikan, dan lembaga pelatihan menjadi kunci untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten.
Harapan dari Penyelenggaraan Job Fair
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Mojokerto, Yo’ie Afrida Soesetyo Djati, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mempercepat proses penempatan tenaga kerja. Pencari kerja bisa mendapatkan informasi lowongan secara langsung dan berkompetisi sehat sesuai keterampilan yang dimiliki.
Gus Barraa juga mendorong para pencari kerja untuk percaya pada kemampuan diri dan terus meningkatkan kompetensi. Ia meminta perusahaan peserta memberikan informasi lowongan secara jelas serta menjalankan proses seleksi secara adil. “Saya percaya kualitas sumber daya manusia Kabupaten Mojokerto mampu mengisi kebutuhan dunia kerja dan bersaing di pasar kerja yang semakin terbuka,” ungkapnya.
Bupati berharap Job Fair ini tidak berhenti pada pertemuan semata, tetapi mampu menghasilkan penyerapan tenaga kerja secara nyata. “Semoga dari kegiatan ini lahir lebih banyak kesempatan kerja, semakin banyak tenaga kerja Kabupaten Mojokerto yang terserap, dan semakin kuat keyakinan kita bahwa sumber daya manusia daerah mampu tumbuh, berkembang, dan bersaing,” pungkasnya.