Gempa NTT, Pertamina Pastikan Seluruh SPBU dan Pasokan BBM Kembali Normal

Pertamina memastikan seluruh SPBU di NTT kembali beroperasi normal pascagempa.
Penulis: Galih
Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:01:32 WIB

LINKARFAKTA.COM — Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengakui ada satu terminal milik perseroan yang mengalami kerusakan cukup signifikan akibat getaran gempa. Namun, kerusakan tersebut tidak berdampak pada kelancaran distribusi energi ke masyarakat.

"Ada salah satu lokasi kita memang di terminal yang mengalami kerusakan yang cukup signifikan, tetapi saat ini semua SPBU sudah beroperasi dengan baik," kata Baron saat ditemui di Kantor Pertamina, Rabu (26/8/2026).

Distribusi BBM dan LPG Dipastikan Lancar

Baron menegaskan, penyaluran bahan bakar minyak (BBM), gas, dan LPG di wilayah terdampak gempa berjalan tanpa kendala berarti. Pertamina Patra Niaga, kata dia, terus menerjunkan personel secara bergantian untuk memantau penyaluran energi kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Distribusi energi dari BBM, gas, dan LPG di sana tidak ada kendala. Teman-teman dari Pertamina Patra Niaga terus standby di sana, bergantian dan terus memonitor distribusi kepada masyarakat yang terdampak," ujarnya.

Operasional SPBU Sempat Disesuaikan Saat Gempa Susulan

Baron menjelaskan, seluruh fuel terminal yang sempat terdampak kini telah kembali beroperasi normal. Hal yang sama berlaku untuk seluruh SPBU di NTT yang sebelumnya sempat menyesuaikan jam operasional mereka.

Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi saat terjadi gempa susulan, mengikuti standar operasional prosedur (SOP) keselamatan yang berlaku di lingkungan Pertamina.

"SPBU juga sudah beroperasi, sudah semua. Memang kemarin pada saat terjadi gempa-gempa susulan, sesuai dengan SOP kita harus menyesuaikan bukanya operasionalnya," tutur Baron.

Setelah kondisi dinilai aman, Baron memastikan seluruh operasional dan infrastruktur energi Pertamina telah kembali pulih sepenuhnya.

"Tapi secara operasional dan infrastruktur sudah bisa kembali 100 persen normal," pungkasnya.

Reporter: Galih