Kebakaran Hutan Makin Dekat ke Fasilitas LNG bp Tangguh, Jarak Tinggal 100 Meter
LINKARFAKTA.COM — Kebakaran semak dan hutan yang melanda kawasan operasi bp Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat, memasuki situasi kritis. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengungkapkan jarak api kini hanya sekitar 100 meter dari tangki kondensat, menyusut drastis dari posisi awal yang sempat tercatat 600 meter.
Asap tebal dari kebakaran dilaporkan mulai menyelimuti area kerja. Seluruh karyawan bp Tangguh yang bertugas di lapangan diwajibkan memakai masker sebagai langkah antisipasi dini terhadap gangguan pernapasan.
Armada Darat Kewalahan, Pemadaman Dialihkan ke Udara
Upaya pemadaman dari darat menghadapi kendala medan yang sulit di wilayah tersebut. SKK Migas bersama operator lantas mengerahkan armada udara untuk menjinakkan api dari ketinggian, dan tengah mengupayakan tambahan tiga unit pesawat untuk memperkuat operasi tersebut.
“Telah terjadi kebakaran semak dan hutan di Papua dari jarak 600 meter kini semakin dekat dengan jarak kurang lebih 100 meter ke tangki kondensat bp Tangguh. Kami telah meminta bantuan aparat setempat dan langsung Polda dan Polres setempat menjaga fasilitas LNG bp Tangguh,” ujar Djoko dalam keterangannya, Senin (23/8).
Evakuasi Disiapkan, Keamanan Fasilitas Jadi Prioritas
Langkah evakuasi bagi para pekerja telah disiapkan jika titik api terus merapat dan dinilai membahayakan keselamatan. Pengawas Internal SKK Migas, Jenderal Polisi Ibnu, telah tiba di lokasi untuk memimpin koordinasi penanganan darurat bersama aparat keamanan dan instansi terkait.
“Kondisi saat ini seluruh pekerja bp Tangguh di lapangan menggunakan masker karena asap telah sampai ke lokasi tempat bekerja. Kami siap melakukan evakuasi jika keadaan semakin mengkhawatirkan bagi para pekerja,” kata Djoko.
Rapat Darurat Kementerian ESDM Digelar Besok Pagi
Menindaklanjuti eskalasi kebakaran ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menggelar rapat darurat di kantor SKK Migas pada Selasa pagi (24/8). Wakil Menteri ESDM dijadwalkan memimpin langsung rapat tersebut untuk memastikan keberlangsungan operasi dan keamanan aset nasional di Papua Barat.
“Besok pagi (24/8) Pak Wamen akan memimpin rapat langsung di kantor SKK Migas dalam rangka mengatasi keadaan darurat kebakaran,” ungkap Djoko.
SKK Migas memastikan pemantauan terhadap perkembangan titik api terus dilakukan secara ketat. Koordinasi dengan bp Tangguh, kepolisian, dan instansi terkait diperkuat untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap fasilitas produksi maupun keselamatan pekerja di lapangan.