Tradisi Pasar Jajan di Kota Pekalongan Kini Masif Dilestarikan, Wali Kota Sebut Warga dan Tamu Dipersilakan Mampir

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid menyampaikan keterangan mengenai pelestarian tradisi Pasar Jajan di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (tanggal).
Penulis: Wahyu
Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:28:01 WIB

Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, kini memasifkan pelestarian tradisi Pasar Jajan yang dinilai sarat kearifan lokal. Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid menyebut tradisi ini mencerminkan semangat gotong royong dan keramahan masyarakat setempat.

PEKALONGAN — Tradisi Pasar Jajan yang tumbuh di tengah masyarakat Kota Pekalongan kini masuk program pelestarian Pemerintah Kota (Pemkot) setempat. Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid menegaskan tradisi ini bukan sekadar kegiatan berbagi makanan, melainkan cerminan budaya gotong royong yang diwariskan turun-temurun.

Dalam tradisi ini, setiap warga yang kedatangan tamu—baik yang sudah dikenal maupun belum—dipersilakan mampir dan menikmati hidangan yang telah disediakan. "Dalam tradisi ini, warga maupun tamu yang datang baik yang sudah dikenal maupun belum dipersilakan mampir dan menikmati hidangan yang telah disediakan," kata Afzan di Pekalongan, Sabtu.

Jejak Sejarah di Masa Perjuangan Kemerdekaan

Kebiasaan ini disebut memiliki akar sejarah yang kuat, berkaitan dengan masa perjuangan kemerdekaan. Ketika sebagian warga berjuang di medan perang, masyarakat yang tinggal di rumah mengambil peran menyediakan makanan bagi para pejuang yang pulang agar dapat memulihkan tenaga.

Nilai-nilai kepedulian itu dinilai masih hidup dan diteruskan oleh masyarakat hingga kini. Kegiatan tradisi ini dapat ditemui di berbagai lingkungan, mulai dari tingkat kampung, RT, RW, hingga kelurahan di Kota Pekalongan.

Menjaga Semangat Kebersamaan di Tengah Modernitas

Afzan menekankan bahwa tradisi ini merupakan bagian dari identitas budaya yang perlu terus dijaga. Ia berharap nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya tetap menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat di tengah arus modernisasi.

"Ini bagian dari budaya kita yang perlu terus dijaga dan dilestarikan. Di dalamnya ada semangat gotong royong, kebersamaan, dan keramahan warga sehingga kami berharap nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya dapat tetap menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat," ujarnya.

Dengan adanya program masif ini, Pemkot Pekalongan berupaya memastikan tradisi Pasar Jajan tidak tergerus zaman. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kohesi sosial dan rasa kebersamaan antarwarga di Kota Pekalongan.

Reporter: Wahyu