527 Gunungan Hasil Bumi Mewarnai Kirab Ancak Agung Maulid Nabi di Jember, Ribuan Warga Padati Sepanjang 1,3 Kilometer

Sebanyak 527 gunungan hasil bumi diarak dalam Kirab Ancak Agung Maulid Nabi di Jember, Jawa Timur, Sabtu (20/8/2026).
Penulis: Wahyu
Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:28:01 WIB

Sebanyak 527 gunungan berisi hasil bumi diarak mengelilingi pusat Kota Jember, Jawa Timur, dalam Kirab Ancak Agung memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (20/8/2026). Arak-arakan sepanjang 1,3 kilometer ini menjadi ajang pelestarian tradisi budaya warisan leluhur yang digelar Pemkab Jember.

JEMBER — Ribuan warga memadati sisi jalan sepanjang rute kirab untuk menyaksikan 527 gunungan yang diusung para peserta. Kemeriahan terlihat sejak awal pawai, dengan beragam hasil bumi seperti padi, jagung, sayuran, dan buah-buahan disusun rapi menyerupai gunung kecil.

Warisan Budaya yang Terus Dirawat

Kirab Ancak Agung bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan wujud syukur masyarakat atas limpahan hasil bumi. Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun dan menjadi identitas budaya Kabupaten Jember.

Pemkab Jember sengaja menggelar acara ini setiap tahun untuk memastikan tradisi tetap hidup di tengah generasi muda. Ribuan peserta dari berbagai desa dan kecamatan ikut ambil bagian dalam pawai tersebut.

Rute Kirab dan Antusiasme Warga

Gunungan-gunungan itu diarak menempuh rute sepanjang 1,3 kilometer di pusat kota. Sepanjang perjalanan, para peserta menampilkan atraksi seni dan budaya khas Jember yang menambah semarak suasana.

Warga yang berjejer di tepi jalan tampak antusias mengabadikan momen melalui ponsel masing-masing. Beberapa di antaranya bahkan ikut berjalan mengiringi rombongan kirab hingga garis akhir.

Puncak Acara dan Nilai Filosofis

Setelah menempuh rute yang ditentukan, gunungan-gunungan tersebut kemudian diperebutkan warga. Tradisi rebutan ini melambangkan semangat kebersamaan dan rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi daya tarik wisata yang menggerakkan perekonomian lokal, terutama bagi pedagang kaki lima dan pelaku UMKM di sekitar lokasi kirab.

Pelestarian tradisi melalui Kirab Ancak Agung dinilai penting untuk memperkuat kohesi sosial masyarakat Jember yang beragam. Perpaduan nilai religius dan kearifan lokal menjadikan acara ini istimewa dibanding perayaan Maulid di daerah lain.

Reporter: Wahyu