Buleleng Festival 2026 Jadi Panggung UMKM: Limbah Plastik Disulap Jadi Lukisan, Risoles Lokal Kebanjiran Pembeli

Pengunjung mengamati lukisan berbahan dasar limbah plastik pada galeri Wajah Plastik di Buleleng Festival 2026, Singaraja, Sabtu (22/8/2026).
Penulis: Galih
Minggu, 23 Agustus 2026 | 03:21:31 WIB

BULELENG — Buleleng Festival (Bulfest) 2026 yang digelar di Singaraja membuktikan diri sebagai katalisator bagi pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Ajang tahunan ini tidak sekadar menjadi pesta rakyat, melainkan ruang inklusif bagi para pengusaha untuk mengembangkan sayap bisnis dan menyuarakan perubahan sosial.

Dukungan penuh pemerintah daerah dalam menyediakan galeri eksibisi di kawasan Singa Ambara Raja zona A menjadi berkah tersendiri. Para pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari penggiat seni berbasis lingkungan hingga industri kuliner, bahu-membahu memanfaatkan momen ini untuk mendekatkan produk mereka ke khalayak yang lebih luas.

Wajah Plastik: Mengubah Sampah Residu Menjadi Karya Seni Bernilai Tinggi

Di tengah hiruk-pikuk festival, galeri Wajah Plastik menjadi salah satu daya tarik utama. Perwakilan tim, Wayan Lilita Candra, mengungkapkan bahwa Bulfest memberikan panggung berharga bagi gerakan seni pengolahan limbah yang diinisiasi oleh Made Oplas. Berawal dari keprihatinan terhadap sampah plastik residu yang kerap ditolak bank sampah konvensional, mereka kini menyulap limbah tak bernilai menjadi lukisan dengan nilai seni tinggi.

“Ajang ini sangat berdampak positif karena menjadi wadah wirausaha sekaligus sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat Singaraja,” ujar Wayan saat ditemui di ruang galeri UMKM, Sabtu (22/8/2026).

Ia menambahkan, partisipasi dalam Bulfest mempermudah penyampaian pesan edukasi pengolahan sampah ke khalayak luas. Pameran karya yang digelar di Gedung Pameran selama festival berlangsung menjadi media transfer ilmu yang efektif, termasuk bagi mahasiswa PPG yang turut berkolaborasi.

RichSolo: Risoles Lokal Tembus Pasar Lebih Luas

Manfaat serupa dirasakan Laras Fande, pemilik usaha kuliner RichSolo yang sehari-hari beroperasi di Banyuasri. Mengikuti Bulfest untuk pertama kalinya, ia mengaku kehadiran ruang pameran UMKM secara langsung membantu perluasan jangkauan pasar produk risoles miliknya.

“Sebagai kaum UMKM, saya sangat terbantu dengan adanya event ini. Terima kasih kepada Pak Bupati yang sudah menyelenggarakan event ini,” tutup Laras.

Harapan Keberlanjutan: Ruang Kreatif yang Patut Dipertahankan

Keberhasilan Bulfest 2026 memicu harapan besar dari para pelaku UMKM lokal agar ruang aksi seperti ini terus dipertahankan dan ditingkatkan skala dampaknya. Mereka berharap Pemkab Buleleng konsisten memberikan porsi yang lebih besar bagi wadah kreativitas anak muda serta inklusivitas UMKM pada tahun-tahun mendatang.

Dengan sinergi antara edukasi, pelestarian budaya, dan promosi ekonomi lokal yang dikemas menarik, para pelaku usaha sepakat menyebut Bulfest 2026 sebagai langkah nyata yang “Paten” dalam mengangkat harkat UMKM Buleleng.

Reporter: Galih