LINKARFAKTA.COM — Nurisa Dian Ashrifah mengalahkan Amaya Amparo Cojuangco dari Filipina dengan skor 139-137 pada final compound individual putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Emas itu menjadi yang pertama bagi Indonesia dari cabang panahan sejak olahraga ini dipertandingkan pada 1978, sekaligus emas kelima kontingen Merah Putih di ajang tersebut.
Atlet asal Semarang, Jawa Tengah, itu memastikan kemenangan dengan selisih hanya dua poin. Laga final berlangsung Kamis, 1 Oktober 2026, di arena panahan Aichi-Nagoya. Nurisa menutup pertandingan tanpa memberi ruang bagi lawan untuk mengejar di anak panah terakhir.
Jalan Nurisa Sejak POPDA Kota Semarang 2016
Nurisa lahir di Semarang pada 30 November 2005. Ketertarikannya pada panahan tumbuh setelah melihat karakter di film dan kartun yang memakai busur dan anak panah. Ia lalu mencoba olahraga itu lewat kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
Kompetisi pertamanya adalah Pekan Olahraga Pelajar Daerah tingkat kota pada 2016, saat ia masih duduk di bangku SMP. Sejak itu latihan rutin dijalaninya hingga memperkuat Jawa Tengah di sejumlah kompetisi nasional.
Pada PON XXI Aceh-Sumatra Utara 2024, Nurisa menyumbangkan perak nomor beregu putri. Setahun berselang, ia memborong tiga emas dan satu perak di POMNAS XIX 2025. Tiga emas itu datang dari total kualifikasi compound putri, eliminasi individu compound putri, dan beregu compound putri, sementara peraknya dari beregu campuran.
Debut SEA Games Thailand Berbuah Tiga Medali
Titik penting berikutnya terjadi pada 2025. Pada debutnya di SEA Games Thailand, Nurisa langsung membawa pulang tiga medali. Dua emas diraih dari compound individual putri dan beregu putri, satu perunggu dari beregu campuran.
Di partai final individual putri, ia mengalahkan wakil Singapura dengan skor 142-140. Hasil itu menjadi bekal menuju kejuaraan yang lebih tinggi. Pada Asia Cup di Singapura, Nurisa meraih perunggu beregu campuran. Di Kejuaraan Panahan Dunia 2025 di Gwangju, Korea Selatan, ia finis peringkat kesembilan, setelah sebelumnya menempati peringkat keempat pada babak kualifikasi di Madrid, Spanyol.
Statistik Final: Dua Poin yang Menentukan Sejarah
Selisih 139-137 di partai puncak menggambarkan ketatnya persaingan nomor compound individual putri. Nurisa harus melewati sejumlah lawan sebelum akhirnya berhadapan dengan Amaya Amparo Cojuangco.
- Skor final: Nurisa Dian 139-137 Amaya Amparo Cojuangco
- Nomor: compound individual putri
- Tanggal: Kamis, 1 Oktober 2026
- Lokasi: Aichi-Nagoya, Jepang
- Catatan: emas pertama Indonesia di panahan Asian Games sejak 1978
Dukungan Pembinaan Menuju Olimpiade Los Angeles 2028
Di luar arena, Nurisa tercatat sebagai mahasiswi Program Sarjana Manajemen Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. Ia menjalani jalur akademik dan olahraga secara bersamaan dengan dukungan pembinaan atlet Jawa Tengah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap prestasi di Asian Games menjadi pijakan untuk melangkah ke tingkat berikutnya. Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Tengah menyatakan pembinaan akan dilanjutkan bersama KONI Jateng dan Pengprov Perpani Jateng.
Sasaran berikutnya adalah meningkatkan performa menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Perjalanan Nurisa dari kompetisi pelajar hingga podium tertinggi Asian Games memperlihatkan proses panjang pembinaan atlet, dibangun lewat latihan, pengalaman bertanding, dan konsistensi menjaga prestasi.