LINKARFAKTA.COM — PT Aerotrans Services Indonesia mencatat efisiensi bahan bakar Rp 100 juta hingga Rp 200 juta per hari setelah memasang sistem telematika Geotab di armadanya. Perusahaan logistik bagian dari Garuda Indonesia Group itu menemukan dugaan penyalahgunaan BBM oleh 26 pengemudi dari data historis kendaraan. Aerotrans kini mengoperasikan sekitar 250 mobil dengan jarak tempuh hingga 400 km per hari per unit.
Director PT Aerotrans Services Indonesia, Kadek Bayu Temaja, mengungkapkan bahwa pemantauan armada berbasis data mengubah cara perusahaan mendeteksi pemborosan operasional. Sejak bergabung pada Agustus 2024, Kadek membangun operations control center yang menampilkan seluruh pergerakan kendaraan di layar pemantauan.
Sistem Geotab mengumpulkan dan mengolah data kendaraan, mulai dari konsumsi BBM, perilaku pengemudi, lokasi kendaraan, hingga kondisi teknis unit. Data itu menjadi dasar evaluasi operasional harian perusahaan.
Operations Control Center dan Temuan 26 Pengemudi
Kadek menyebut proses adaptasi sistem berjalan bertahap. Bulan pertama dipakai untuk instalasi, bulan berikutnya untuk mempelajari data, dan pada Oktober perusahaan mulai menemukan indikasi penyalahgunaan bahan bakar.
"Di bulan Agustus di-install, saya bikin operations control center, di September saya pelajari, di Oktober saya bisa menangkap driver yang nakal, dari historical mencurigakan dalam Geotab, terutama fuel-nya, itu secara efisiensi, bisa hemat antara 100 sampai 200 juta rupiah per hari, karena itu tertangkap 26 orang (pelaku)," ujar Kadek di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Data historis kendaraan yang dianggap mencurigakan menjadi indikator utama pemeriksaan. Pola konsumsi BBM yang menyimpang dari kebiasaan normal mengarah pada dugaan penyalahgunaan oleh pengemudi tertentu.
Skala Armada 250 Mobil dan 400 Km per Hari
Aerotrans mengoperasikan sekitar 250 mobil yang masing-masing menempuh perjalanan hingga 400 km per hari. Pada skala armada sebesar itu, selisih konsumsi BBM yang terlihat kecil pada satu kendaraan bisa berlipat menjadi angka besar.
"Jadi fuel-nya lumayan seharinya, 250 mobil, dengan 400 km per hari, itu fuel-nya lumayan, kita bisa efisiensi fuel itu, bahkan sekarang kita maintain fuel itu, di bawah dari target yang diberikan," kata Kadek.
Geotab memungkinkan perusahaan melihat pola konsumsi bahan bakar, mendeteksi pemborosan, memantau waktu kendaraan dalam kondisi idle, serta mengevaluasi rute dan perilaku berkendara. Fitur-fitur itu membantu Aerotrans menjaga konsumsi BBM tetap di bawah target yang ditetapkan manajemen.
Fungsi Lain Telematika Armada
Pemantauan berbasis telematika tidak berhenti pada penghematan bahan bakar. Sistem yang sama dapat dipakai untuk meningkatkan keselamatan pengemudi, mengurangi waktu kendaraan berhenti akibat kerusakan, dan memantau lokasi unit secara real-time.
Perusahaan juga dapat memenuhi kebutuhan pelaporan dan kepatuhan armada tanpa bergantung sepenuhnya pada laporan manual. Keputusan operasional diambil berdasarkan data aktual dari kendaraan, bukan estimasi.
Bagi pengusaha dengan armada besar, kebocoran biaya tidak selalu berasal dari kenaikan harga BBM. Penggunaan kendaraan yang tidak efisien dan penyalahgunaan bahan bakar menjadi sumber pemborosan yang sulit terdeteksi tanpa sistem pemantauan.