LINKARFAKTA.COM — Demam atau radang tenggorokan sering membuat anak menolak makan, dan itu hal yang wajar karena tubuh sedang melawan infeksi. Ada 7 cara praktis yang bisa ibu coba di rumah untuk menjaga asupan cairan dan nutrisi si kecil selama masa pemulihan.
Nafsu makan anak yang turun saat sakit bukan tanda ia menyerah pada penyakit. Tubuh sedang fokus melawan infeksi, sehingga energi untuk mencerna makanan pun berkurang.
Yang perlu dijaga justru asupan cairannya. Menurut rekomendasi WHO, makanan dan minuman selama sakit membantu mencegah dehidrasi sekaligus menghindari kekurangan gizi.
Mengapa Anak Sulit Makan saat Sakit
Saat demam, anak merasa tidak nyaman dan lebih cepat lelah. Ia cenderung ingin banyak istirahat dan enggan keluar kamar, apalagi makan.
Keluhan lain seperti nyeri tenggorokan, sariawan, mual, muntah, diare, atau sakit perut membuat proses makan terasa menyiksa. American Academy of Pediatrics (AAP) lewat Healthy Children menyebut penurunan nafsu makan saat sakit sebagai hal umum.
Yang lebih perlu diawasi adalah berkurangnya asupan cairan, karena kondisi ini meningkatkan risiko dehidrasi.
Kenapa Nutrisi Tetap Penting Meski Anak Menolak Makan
Tubuh butuh energi dan zat gizi untuk proses pemulihan. WHO merekomendasikan makanan diberikan dalam jumlah kecil tapi lebih sering, dengan tekstur lembut, hangat, dan kaya nutrisi.
Setelah sembuh, anak dianjurkan tetap makan lebih sering untuk mengganti nutrisi yang hilang selama sakit. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masalah makan yang berlangsung lama bisa menurunkan asupan kalori, memengaruhi berat badan, pertumbuhan, dan perkembangan anak.
1. Penuhi Kebutuhan Cairan Lebih Dulu
Jika anak belum mau makan, jangan langsung dipaksa menghabiskan porsi. Pastikan dulu cairannya cukup, seperti dikutip dari What to Expect.
Tawarkan air putih, ASI, atau susu sesuai usia dan kebiasaan anak. Bila ia mengalami diare atau muntah, dokter dapat merekomendasikan larutan oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.
2. Beri Porsi Kecil tapi Lebih Sering
Satu porsi penuh justru bisa membuat anak merasa tidak sanggup dan makin mual. Coba tawarkan beberapa sendok makanan lebih dulu.
Kalau anak masih mau, tambahkan secara bertahap. Cara ini sejalan dengan anjuran WHO soal pemberian makan dalam porsi kecil namun sering.
3. Pilih Makanan yang Disukai Anak
Tekstur lembut dan rasa yang familiar biasanya lebih mudah diterima saat sakit. Bubur, sup, kentang halus, telur, atau pisang bisa jadi pilihan.
Tetap sesuaikan dengan kondisi si kecil. Kalau mulut atau tenggorokannya sakit, makanan yang terlalu asam atau sangat manis justru terasa tidak nyaman.
4. Sesuaikan Tekstur dengan Kondisi Anak
Anak yang pusing, sariawan, atau mual lebih nyaman makan makanan lunak dan bertekstur halus. Jika hidungnya tersumbat, bersihkan dulu agar ia lebih mudah bernapas dan nyaman saat makan.
5. Ciptakan Suasana Makan yang Santai
IDAI menganjurkan orang tua menyediakan suasana makan yang menyenangkan. Kalau anak menutup mulut, memalingkan kepala, atau menangis, beri waktu sejenak.
Hindari melabeli makanan sebagai baik atau buruk. Ahli gizi anak Charlotte Stirling Reed menyarankan sikap netral terhadap makanan.
"Cobalah bersikap netral. Hindari kalimat, 'Kalau kamu makan itu, kamu akan dapat hadiah atau hukuman'. Kalimat-kalimat seperti itu bisa berdampak sangat negatif pada anak-anak," katanya.
6. Jangan Paksa Anak Menghabiskan Makanan
Memaksa hanya membuat anak makin menolak dan bisa mengganggu hubungannya dengan makanan. Fokuskan pada apa yang sudah masuk, bukan pada sisa di piring.
Selama cairan terpenuhi dan anak masih mau makan sedikit-sedikit, kondisi ini umumnya masih aman untuk dipantau di rumah.
7. Waspadai Tanda yang Perlu Bantuan Dokter
Segera konsultasi ke dokter bila anak tidak mau minum sama sekali, tidak buang air kecil selama berjam-jam, lemas, atau mengalami muntah dan diare terus-menerus.
Tanda dehidrasi seperti mata cekung, mulut kering, dan kulit yang tidak kembali elastis saat dicubit juga perlu penanganan medis. Jangan tunda, terutama pada anak di bawah usia satu tahun.
Yang Perlu Diingat
Penurunan nafsu makan saat sakit adalah hal umum dan biasanya membaik seiring kondisi anak pulih. Tugas ibu bukan memaksa makan, melainkan memastikan cairan tetap masuk dan makanan tersedia dalam porsi kecil.
Setelah anak sembuh, tawarkan makan lebih sering untuk mengejar nutrisi yang hilang. Bila ragu dengan kondisinya, konsultasi ke dokter selalu jadi langkah paling aman.