Pencarian

Hari Juang Polri di Surabaya: Mengenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945 dan Nilai Pengabdian untuk Tugas Kekinian

Selasa, 01 September 2026 • 19:04:31 WIB
Hari Juang Polri di Surabaya: Mengenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945 dan Nilai Pengabdian untuk Tugas Kekinian
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara Puncak Peringatan Hari Juang Polri 2026 di Monumen Perjuangan Polri, Surabaya, Jumat (21/8/2026).

SURABAYA — Semangat perjuangan Polisi Istimewa Surabaya pada masa awal kemerdekaan kembali dirawat melalui Peringatan Hari Juang Polri 2026. Upacara puncak digelar di kawasan Monumen Perjuangan Polri, Jalan Raya Darmo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026), dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Kegiatan ini dihadiri jajaran Pejabat Utama Mabes Polri, Polda Jawa Timur, Forkopimda Jawa Timur, para purnawirawan Polri, serta personel Polri.

Akar Sejarah: Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945

Tanggal 21 Agustus 1945 menjadi titik penting bagi institusi kepolisian. Pada hari itu, Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin, yang saat itu menjabat Komandan Polisi Istimewa Surabaya, memimpin pembacaan Proklamasi Polisi Republik Indonesia di hadapan para anggotanya.

Peristiwa tersebut berlangsung hanya empat hari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Momentum ini menjadi salah satu fondasi perjalanan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Peran Polisi Istimewa dalam Pertempuran November 1945

Setelah proklamasi itu, Polisi Istimewa Surabaya tidak berhenti pada seremoni. Mereka turun langsung mengambil bagian dalam berbagai upaya mempertahankan kemerdekaan bersama elemen masyarakat dan pejuang lainnya.

Peran tersebut berlanjut pada masa pertempuran November 1945 di Surabaya, serta dalam menghadapi berbagai upaya mempertahankan kemerdekaan pada periode berikutnya. Semangat serupa juga tumbuh di berbagai daerah di Indonesia, menegaskan bahwa perjalanan Polri sejak awal tak terpisahkan dari perjalanan bangsa.

Warisan Nilai, Bukan Sekadar Rangkaian Peristiwa

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan, makna utama dari sejarah ini bukan semata soal peristiwa masa lampau. Nilai yang diwariskan adalah keberanian, integritas, pengabdian, dan keberpihakan kepada kepentingan bangsa dan masyarakat.

“Hari Juang Polri mengingatkan kita pada keberanian, kesetiaan dan pengabdian para pendahulu kepada bangsa dan negara. Nilai-nilai perjuangan itulah yang harus terus diwariskan dan diwujudkan dalam pelaksanaan tugas Polri saat ini,” kata Kombes Pol Abast.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi Polri hari ini berbeda dengan era para pendahulu. Namun, semangat pengabdian harus tetap sama.

“Yang kita warisi bukan hanya sejarah, tetapi nilai perjuangan dan pengabdian. Tantangan yang dihadapi Polri hari ini tentu berbeda dengan para pendahulu, tetapi semangatnya tetap sama, yaitu memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa, negara dan masyarakat,” ujarnya.

Refleksi untuk Kerja Nyata di Tengah Masyarakat

Peringatan ini juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh personel atas pelaksanaan tugas. Semangat juang para pendahulu disebut harus diterjemahkan dalam kerja nyata, bukan sekadar wacana.

“Semangat juang para pendahulu harus kita wujudkan melalui kerja nyata. Polri harus terus hadir di tengah masyarakat, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan yang semakin baik serta menjaga kepercayaan masyarakat,” pungkas Kombes Pol Abast.

Sumber: tribratanews.polrespasuruankota.com

Follow linkarfakta.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks