BATU BARA — Gerakan Tanam Serentak 50.000 hektare yang dipusatkan di Kabupaten Batu Bara menjadi bagian dari strategi nasional mempercepat produksi padi. Kegiatan ini melibatkan lahan Optimasi Lahan (Oplah) Tahun 2024, Oplah Tahun 2025, dan lahan CSR yang tersebar di wilayah Sumatera Utara.
Penanaman padi secara simbolis dilakukan di lahan yang telah disiapkan, dihadiri unsur Kementerian Pertanian, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, Bupati Batu Bara, serta jajaran Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten. Babinsa, Bhabinkamtibmas, penyuluh pertanian, dan kelompok tani turut ambil bagian dalam aksi serentak ini.
Brigade Pangan Jadi Motor Penggerak di Lapangan
Direktur Polbangtan Medan menegaskan bahwa Brigade Pangan memegang peran kunci dalam modernisasi pertanian. Dengan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), proses olah tanah dan tanam diharapkan berjalan lebih cepat sehingga indeks pertanaman (IP) meningkat dari satu menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun.
"Brigade Pangan harus menjadi motor penggerak modernisasi pertanian di lapangan. Dengan dukungan alsintan dan kolaborasi seluruh pihak, kita harus mampu mempercepat olah tanah dan tanam sehingga indeks pertanaman dapat terus meningkat," ujar Direktur Polbangtan Medan dalam arahannya.
Target: IP Naik, Produksi Padi Sumut Melonjak
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan bahwa lahan hasil Oplah dan CSR yang telah dibuka wajib segera dimanfaatkan. Percepatan tanam ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret menjaga momentum produksi nasional sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan berkelanjutan.
Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menambahkan, gerakan ini merupakan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh, Brigade Pangan, dan petani. Semua elemen tersebut bersinergi memperluas areal tanam dan mempercepat produksi pangan di Sumatera Utara.
Dukungan Penuh Pemkab Batu Bara untuk Petani
Bupati Batu Bara menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, BPPSDMP, Polbangtan Medan, dan seluruh pihak yang berpartisipasi. Menurutnya, sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian daerah sekaligus garda terdepan ketahanan pangan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Batu Bara berkomitmen mendukung penuh program pertanian yang berorientasi pada peningkatan produktivitas lahan dan kesejahteraan petani. Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahwa percepatan tanam merupakan kunci menjaga produksi nasional.
Dengan lahan 50.000 hektare yang digarap serentak, Sumatera Utara diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi padi nasional. Para petani yang tergabung dalam kelompok tani setempat menyambut antusias program ini karena berdampak langsung pada peningkatan hasil panen dan pendapatan mereka.