LINKARFAKTA.COM — Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 resmi dibuka dengan tema "Investing for a Resilient, Sustainable, and Prosperous World". Forum tahun keempat ini mempertemukan pemerintah, dunia usaha, investor, dan lembaga keuangan untuk membahas penguatan investasi serta transisi rendah karbon. Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani menegaskan keberlanjutan kini menjadi agenda industri, investasi, dan daya saing nasional.

Pembukaan ISF 2026 berlangsung dengan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan internasional. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo, serta Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti masuk dalam daftar pembicara.

Forum ini mengangkat tema "Powering Low-Carbon Growth" pada hari pertama dan "Enabling a Resilient & Liveable Future" pada hari kedua. Selain sesi pleno, tersedia 22 sesi tematik yang membahas energi, industri, ketahanan pangan dan alam, air, kota dan mobilitas, pembiayaan, inovasi, hingga pengembangan talenta.

Rosan: Keberlanjutan Bukan Lagi Sekadar Agenda Iklim

Rosan Perkasa Roeslani menyatakan keberlanjutan telah bergeser dari sekadar isu lingkungan menjadi bagian dari strategi industri dan investasi. Menurutnya, dinamika global membuat keberlanjutan semakin tidak terpisahkan dari daya saing ekonomi.

"ISF telah berkembang lebih dari sekadar konferensi, menjadi platform dialog dan kemitraan, di mana ide menjadi proyek serta ambisi menjadi investasi. Untuk Indonesia, keberlanjutan bukan hanya agenda iklim, tetapi agenda nasional, industri dan investasi," ujar Rosan dalam pembukaan ISF 2026, Selasa (6/10/2026).

Pernyataan Rosan menempatkan forum ini sebagai ruang temu antara pemerintah dan pelaku pasar. Bagi investor, sinyal yang dikirim jelas: proyek-proyek berbasis keberlanjutan masuk dalam kerangka daya saing ekonomi, bukan sekadar kewajiban regulasi.

Lima Prioritas Kadin untuk Aksi Iklim dan Pertumbuhan

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie memaparkan lima prioritas dunia usaha dalam mendorong aksi iklim dan pertumbuhan berkelanjutan di tengah tantangan energi global.

"Lima hal ini menjadi prioritas Kadin Indonesia dalam mendorong aksi iklim dan pertumbuhan berkelanjutan," kata Anindya.

Daftar prioritas tersebut menyentuh langsung sektor-sektor yang selama ini menjadi incaran investasi hijau. Pasar karbon dan waste-to-energy, misalnya, merupakan area yang tengah dilirik investor domestik maupun asing seiring menguatnya permintaan pembiayaan transisi energi.

Mengapa Forum Ini Penting bagi Pelaku Usaha

ISF 2026 mempertemukan pemerintah, dunia usaha, investor, lembaga keuangan, organisasi internasional, serta para ahli. Kolaborasi lintas sektor menjadi kata kunci menghadapi ketidakpastian global yang menekan anggaran transisi energi di banyak negara.

Bagi pelaku bisnis, forum ini menjadi ajang menjajaki kemitraan dan mengukur arah kebijakan investasi hijau ke depan. Bagi investor, agenda ini memberi gambaran sektor mana yang bakal mendapat dukungan kebijakan dan pembiayaan.

Penyelenggaraan tahun keempat menandakan ISF telah menjadi agenda rutin dalam kalender investasi nasional. Pemerintah memanfaatkannya untuk menyampaikan komitmen, sementara dunia usaha menawarkan proyek dan inovasi yang siap dibiayai.