BPBD Riau: Luas Karhutla 2026 Tembus 18.582,90 Hektar, Bengkalis Jadi Terluas

Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal menyampaikan luas karhutla di Riau mencapai 18.582,90 hektare di 12 kabupaten/kota.
Penulis: Galih
Jumat, 04 September 2026 | 03:11:01 WIB

Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal merinci, total titik panas yang terpantau mencapai 12.677, dengan 618 di antaranya dikonfirmasi sebagai titik api. Luasan lahan terbakar tersebut menyebar di 12 kabupaten/kota di Riau.

"Luasan terbesar berada di Kabupaten Bengkalis yakni 8.454,40 hektare, lalu Pelalawan 6.640,99 hektare, dan Indragiri Hilir 1.034,02 hektare," katanya di Pekanbaru, Kamis.

Sebaran dan Titik Api yang Masih Aktif

Untuk wilayah lainnya, Indragiri Hulu mencatat 605,02 hektare, Dumai 556,01 hektare, dan Rokan Hilir 452,53 hektare. Disusul Siak seluas 373,06 hektare, Kepulauan Meranti 217,45 hektare, dan Kampar 141,66 hektare.

Wilayah dengan luasan terkecil yakni Pekanbaru 103,33 hektare, Kuantan Singingi 69,87 hektare, dan Rokan Hulu 33,96 hektare. Angka ini menjadi gambaran nyata penyebaran karhutla di wilayah Provinsi Riau.

Meski luasan total terbilang besar, Edy Afrizal memastikan kondisi terkini mulai membaik. Saat ini, titik karhutla yang tersisa hanya terpantau di tiga daerah, yaitu Bengkalis, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

"Titik karhutla hanya tinggal di tiga daerah saja. Saat ini juga masih terus dilakukan pemadaman," sebutnya.

BPBD Riau memastikan tim gabungan masih dikerahkan untuk memadamkan titik-titik yang tersisa. Upaya pemadaman dilakukan secara intensif, terutama pada area gambut yang berpotensi memicu api baru di bawah permukaan.

Pihaknya tetap mengimbau masyarakat dan perusahaan untuk tidak membakar lahan, mengingat dampak karhutla tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Langkah pencegahan dini terus digencarkan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran di tengah kondisi cuaca panas.

Reporter: Galih