Danantara Ungkap Utang BUMN Karya Rp 180 T, COO Sebut Aset Tak Cukup untuk Bayar
Tiga Perusahaan Masih Sehat, Empat Lainnya Tertekan
LINKARFAKTA.COM — Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan transformasi BUMN Karya belum berjalan penuh. Dari tujuh perusahaan yang berada di bawah naungan Danantara, hanya tiga yang memiliki kondisi keuangan sehat: PT Nindya Karya, PT Brantas Abipraya, dan PT Hutama Karya.
Danantara berkomitmen menjaga ketiga perusahaan itu agar tak terseret ke dalam pusaran masalah serupa. Sebab, persoalan keuangan yang membelit BUMN Karya dinilai tidak hanya bersumber dari induk usaha, tetapi juga anak perusahaan.
"Karya ini tidak hanya punya masalah di induknya, tetapi juga punya masalah di anak-anaknya. Inilah makanya proses perbaikan karya ini harus satu persatu. Dan dampaknya ini juga kami pikirkan," ujar Dony dalam wawancara dengan YouTube CNBC Indonesia, dikutip Rabu (2/9).
Restrukturisasi Tak Boleh Sekadar Menambal
Empat BUMN Karya lainnya masih bergulat dengan persoalan keuangan yang cukup dalam. Namun, Dony menegaskan restrukturisasi tidak boleh bersifat sementara atau hanya mempercantik laporan keuangan.
Pembenahan, kata dia, harus dilakukan secara fundamental hingga ke akar masalah. Salah satu prioritasnya adalah menyusun ulang peta jalan bisnis masing-masing perusahaan.
Persoalannya, nilai aset yang dimiliki BUMN Karya tidak cukup untuk menutup total kewajiban yang ada. Kondisi ini menuntut skema penyelesaian yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, bukan sekadar solusi jangka pendek.