90 Persen Produksi Furnitur Jati Banyuwangi Tembus Pasar AS dan Maladewa, Mendag Dorong Ekspor Naik Kelas
BANYUWANGI — Industri furnitur kayu jati di Banyuwangi membuktikan diri mampu bersaing di kancah internasional. PT Warisan Eurindo Furniture yang berlokasi di Kecamatan Kalipuro menjadi salah satu motor penggerak ekspor daerah, dengan pangsa pasar utama Amerika Serikat dan Maladewa.
Kepala HRD PT Warisan Eurindo Furniture, Wiwit Gita Ariwiyanti, menyebutkan hampir seluruh kapasitas produksi perusahaan diperuntukkan bagi pembeli luar negeri. Produk yang dihasilkan meliputi meja, kursi, daybed, hingga kabinet yang mayoritas dipesan untuk kebutuhan hotel dan resor.
Bahan Baku 100 Persen Kayu Jati Bersertifikat Legal
Gita menjelaskan, seluruh produknya mengandalkan kayu jati sebagai material utama. "Bahannya 90 persen kayu, 100 persen kayu jati. Ada material pendukung biasanya dari metal atau rotan," jelasnya saat mendampingi kunjungan Mendag.
Produksi dilakukan berdasarkan sistem pesanan (made by order), sehingga desain dan jumlah produksi sepenuhnya menyesuaikan permintaan pasar. Keunggulan lainnya, perusahaan telah mengantongi Sertifikat Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) yang menjamin produk ramah lingkungan.
Mendag: Indonesia Punya Modal Besar untuk Kuasai Pasar Furnitur Dunia
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi pencapaian pabrik tersebut. Ia menyebut Indonesia memiliki keunggulan komparatif pada bahan baku kayu jati dan rotan yang menjadi kekuatan utama industri furnitur nasional.
"Baru saja pabrik ini melepas ekspor ke Malaysia. Bagus. Perusahaan ini juga memiliki sistem verifikasi legalitas dan kelestarian (SVLK), jadi ramah lingkungan," ujar Budi di lokasi pabrik.
Menurutnya, potensi ini harus terus didorong agar ekspor furnitur nasional semakin mendominasi pasar dunia. "Kita ingin ekspor furnitur kita merajai dunia. Apalagi produk yang bahannya dari rotan dan kayu jati," tegasnya.
Pameran Oktober dan Jaringan Dagang di 33 Negara Jadi Jembatan UMKM
Untuk mempercepat penetrasi pasar, Kementerian Perdagangan menyiapkan pameran khusus furnitur di Jakarta pada Oktober mendatang. Ajang ini dirancang mempertemukan eksportir dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Tak hanya bagi industri besar, pemerintah juga membuka peluang bagi UMKM Banyuwangi yang produknya potensial namun belum menembus pasar internasional. "Kami akan menghubungkan UMKM dengan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara, termasuk Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC)," pungkas Mendag.