DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Resmi Dilantik, DPN Tantang Jadi yang Terbaik Bukan Sekadar yang Pertama
JAKARTA — Pelantikan pengurus DPD PERADI Profesional DKI Jakarta berlangsung khidmat dengan penyambutan tari Nusantara dan doa bersama. Ketua Panitia Drs. Djoko Sarwoko, S.H., M.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh rangkaian acara telah disiapkan matang untuk menyambut kepengurusan baru yang mengusung semangat "Bermutu, Beretika, Berkarakter".
Acara yang digelar di JW Marriott Hotel Jakarta ini turut dihadiri perwakilan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), serta mitra strategis organisasi. Kehadiran unsur penegak hukum ini menegaskan posisi advokat sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem peradilan di ibu kota.
Tiga Fokus Utama Kepengurusan Baru
Ketua DPD PERADI Profesional DKI Jakarta, Taufik Akbar Kadir, S.H., M.H., memaparkan tiga program prioritas yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan. Pertama, penguatan keanggotaan melalui pembinaan berkelanjutan untuk mencetak advokat berintegritas, berintelektualitas, dan profesional.
"Kekuatan organisasi terletak pada kualitas anggotanya," ujar Taufik dalam sambutannya, menegaskan bahwa pembinaan internal menjadi fondasi utama sebelum organisasi berkontribusi ke publik.
Kolaborasi dengan Mahkamah Konstitusi untuk Bimtek
Program kedua menyasar peningkatan kapasitas dan kompetensi advokat. Sebelum pelantikan, DPD PERADI Profesional DKI Jakarta telah mencanangkan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berkolaborasi dengan Mahkamah Konstitusi, khusus membahas Hukum Acara Konstitusi. Langkah ini dinilai strategis untuk membekali anggota menghadapi perkara-perkara konstitusional yang kian kompleks.
Ketiga, pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud nilai officium nobile. Pendampingan perkara akan diimbangi dengan edukasi dan sosialisasi hukum kepada warga Jakarta, sehingga akses keadilan tidak hanya milik mereka yang mampu membayar jasa advokat.
Tantangan dari Ketua Umum: Jangan Puas Menjadi yang Pertama
Ketua Umum DPN PERADI Profesional, Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H., mengingatkan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal perjalanan membangun organisasi advokat yang bermutu, beretika, dan berkarakter. Ia menekankan bahwa organisasi advokat tidak cukup diisi orang yang paham hukum, tetapi harus memiliki kompetensi, keberanian, integritas, serta menjunjung tinggi etika dan kehormatan profesi.
"Jangan hanya puas menjadi DPD pertama, tetapi jadilah DPD terbaik," tegas Prof. Harris, memberikan tantangan langsung kepada kepengurusan DKI Jakarta untuk menjadi barometer bagi DPD lain di seluruh Indonesia.
Taufik merespons tantangan tersebut dengan optimisme. Ia berharap seluruh pengurus dapat bersama-sama membangun DPD PERADI Profesional DKI Jakarta sebagai organisasi yang solid, bermartabat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta penegakan hukum di Indonesia. Sebagai DPD pertama yang melaksanakan pelantikan, DKI Jakarta kini memegang tanggung jawab untuk menetapkan standar organisasi yang tertib dan bermartabat bagi daerah-daerah lain yang akan menyusul.